Breaking News

Gempa Aceh

Akibat Gempa, Murid Takut ke Sekolah

Gempa 5,6 skala Richter (SR) yang mengguncang Pidie dan sebagian Aceh, Selasa (22/10) siang, masih menyisakan trauma psikis di kalangan murid

Editor: bakri
Guru bersama murid mengikuti proses belajar mengajar di halaman sekolah pasca gempa di Madrasyah Ibtidaiyah Negeri, Desa Pulo Kawa, Tangse, Kabupaten Pidie, Rabu (23/10). Sebanyak 100 lebih murid MIN di desa itu tidak bisa menempati ruangan belajar karena dindingan bangunan sekolah retak dan plafonnya ambruk akibat gempa 5,6 SR yang terjadi Selasa (22/10).ANTARA/Ampelsa 

Keuchik Neubok Badeuk, Bahrul Jamil, saat ditemui Rabu (23/10) mengaku bahwa pascagempa hingga Rabu (23/10) belum diterima bantuan. “Korban gempa sangat butuh logistik dan bantuan obat,” kata Bahrul Jamil.

Pasangan Hanim Erlina (24) dan Azhari (35), warga Neubok Badeuk, juga mengaku belum dibantu apa pun hingga pukul 11.00 kemarin. “Belum ada bantuan,” ujar Hanim.

Keterangan senada juga disebutkan, Keuchik Pulo, Amiruddin kepada Serambi. Menurutnya, korban gempa sebetulnya bukan saja butuh makanan, tetapi juga obat-obatan. “Banyak yang sakit, batuk, dan pilek. Mereka sangat butuh uluran tangan,” tuturnya. Camat Tangse, Jafaruddin yang dikonfirmasi Serambi kemarin menyatakan, bantuan belum disalur karena jumlah korban belum terdata semuanya.

Maka itu, sebut Camat Tangse, pihaknya menunggu data final dari semua keuchik. “Jika sore ini selesai didata, maka siangnya langsung kita salurkan bantuan,” ujar Camat Jafaruddin. (aya)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved