Gempa Aceh
Pidie Turunkan Tim Data Kerusakan Gempa
Pemkab Pidie, Senin (28/10) menurunkan tim verifikasi kerusakan akibat gempa Tangse. Tim yang beranggotakan 30 personel itu
* Melibatkan Sejumlah SKPK
SIGLI - Pemkab Pidie, Senin (28/10) menurunkan tim verifikasi kerusakan akibat gempa Tangse. Tim yang beranggotakan 30 personel itu akan mendata satu persatu mulai rumah, sekolah hingga infrastruktur lain yang rusak akibat gempa, Selasa (22/10) lalu.
“Tim ini ditargetkan dalam waktu empat hari akan melaporkan hasil pendataan tersebut secara valid,” kata Bupati Pidie, Sarjani Abdullah melalui Kabag Humas Setdakab Pidie, Muhammad Harris SSTP MSi kepada Serambi, Senin (28/10).
Disebutkan, tim verifikasi tingkat kerusakan bangunan ini dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie. Selanjutnya melibatkan BMCK, Bappeda, Dinsos, Disdik, dan unsur Dinkes.
“Kami juga berkoordinasi dengan Muspika setempat, dan perangkat gampong. Tim ini pun didampingi BPBA dan Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh,” jelas Harris.
Selanjutnya, setelah tim turun akan diketahui nilai kerugian. “Kalau saat ini kita baru data bersifat sementara, tetapi setelah tim mendata barulah dapat dipastikan keseluruhan nilai kerugiannya, baik rusak berat atau ringan,” terang Harris.
Sementara itu, untuk masalah sembako dipastikan masih mencukupi. “Untuk masa tanggap darurat sembako untuk korban gempa cukup. Namun diharapkan donatur dan dermawan tetap harus menyumbang untuk korban gempa itu,” pintanya.
Di tempat terpisah, Kepala BPBD Pidie, Apriadi SSos menyebutkan, korban di Tangse saat ini tidak terkoordinir di titik pengungsi. Mereka tinggal di rumah masing-masing, hanya sebagian di antaranya didirikan tenda di dekat rumah karena mereka tidak berani tidur di dalam rumah.
Terkait bantuan sembako, tambah Apriadi, diharakan kepada warga agar tidak berharap sepenuhnya dari bantuan. Sebab, saat ini bantuan dari donatur sudah disalurkan ke korban gempa.
Sementara itu, BPBD Pidie menyebutkan data jumlah kerusakan akibat gempa 5,6 SR saat azan dhuhur, Selasa (22/10) kini sudah bertambah lagi. Data sebelumnya 18 gampong kini bertambah menjadi 21 gampong dan dua di antaranya di Kecamatan Mane. Rinciannya di Tangse 19 dan di Mane dua gampong.
Selanjutnya korban yang menjadi ekses dari bencana gempa berjumlah 3.114 jiwa (696 KK) di Tangse dan 8 jiwa (2 KK) di Kecamatan Mane.
Korban meninggal satu orang Abubakar Rasyid (90) warga Alue Landong, Mane. Sementara itu, jumlah kerusakan bangunan ditimbulkan dengan kategori berat dan ringan adalah 696 rumah/ruko (663 rumah, 33 ruko); 16 fasilitas pendidikan (8 SD, 1 TK, 2 MIN, 1 SMP, 1 MTsN, 1 SMA, 2 MAN); 4 fasilitas kesehatan (2 pustu, 2 poskedes); 20 fasilitas rumah ibadah (12 masjid, 8 meunasah); 10 fasilitas pemerintahan (7 kantor, 3 rumah dinas); 2 jembatan; dan, 1 fasilitas air bersih. Tangse telah ditetapkan sebagai darurat gempa selama 14 hari, terhitung saat gempa 22 Oktober sampai dengan 2 November 2013.(aya)