PAD Tiga Dinas Masih di Bawah 50 Persen
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tiga dinas di jajaran Pemkab Bireuen hingga 31 Oktober 2013 masih di bawah 50 persen
BIREUEN - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tiga dinas di jajaran Pemkab Bireuen hingga 31 Oktober 2013 masih di bawah 50 persen. Sedangkan PAD dari belasan dinas lain sudah diatas 50 persen. Ekses dari hal itu, dikhawatirkan PAD kabupaten tersebut untuk tahun ini tidak mencapai target.
Ketiga dinas yang realisasi PAD masih di bawah 50 persen yaitu Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Peternakan (target Rp 350 juta, realisasi Rp 173 juta lebih), Dinas Pengelolaan Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (target Rp 1,2 miliar lebih, realisasi Rp 571 juta lebih), serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (target Rp 1,650 miliar, realisasi Rp 645 juta). Secara umum, keseluruhan PAD Bireuen tahun 2013 yang ditargetkan sebesar Rp 115 miliar lebih, baru terealisasi Rp 39 miliar atau sekitar 34 persen.
Kadis Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Bireuen, Tarmidi kepada Serambi, mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya agar dinas meningkatkan realisasi PAD. Upaya itu, sebut Tarmidi, antara lain menyurati dinas dan meminta agar PAD yang jadi kewajibab mereka dapat dicapai sesuai target. Tapi, menurutnya, masih 0ada beberapa dinas yang PAD-nya masih rendah.
“Karena itu, Bupati dalam waktu dekat akan mengevaluasi menyeluruh dan meminta semua dinas bekerja maksimal agar PAD sebagai sumber dana pembangunan daerah tercapai. Paling tidak mendekati angka 100 persen,” harap Tarmidi.
Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bireuen, Raden Yus Rusmadi ST, mengatakan, pihaknya sudah menyurati dan menjumpai pimpinan lembaga yang belum membayar PAD, seperti pemilik menara telekomunikasi (tower) di Bireuen. Karena, sumber PAD yang paling besar adalah dari retribusi tower telekomunikasi.
“Dalam waktu dekat mereka berjanji akan melunasi kewajibannya. Petugas juga bekerja keras untuk mengutip PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum, pengujian kendaraan bermotor, maupun retribusi izin trayek. Mudah-mudahan di akhir tahun akan ada penambahan PAD dari dinas kami,” kata Raden Yus.(yus)