Serambi Kuliner

Sambai Asam Udeueng

PARA wisatawan yang traveling ke Aceh kerap disuguhi dengan kuliner khas yang berbahan baku perpaduan berbagai kebudayaan

Sambai Asam Udeueng

PARA wisatawan yang traveling ke Aceh kerap disuguhi dengan kuliner khas yang berbahan baku perpaduan berbagai kebudayaan seperti Arab, India, Siam, Spanyol, China, hingga Belanda. Jenis masakannya menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah. Para wisatawan yang berkunjung ke Aceh pun sangat menghargai makanan khas masyarakat setempat. Tidak jarang pula ditemui orang yang makan hingga keringatan. Banyaknya jumlah tempat makan atau restoran yang ber-AC, tak pula mampu meredam keringat yang bercucuran. Namun, berbicara tentang kuliner Aceh, ada yang kurang rasanya bila tak disertai dengan sambai asam udeueng. Makanan ini populer di Negeri Serambi Makkah. Menu tersebut tersedia di warung-warung nasi di Pidie dan berbagai bagian Aceh lainnya. Rasanya adalah campuran gurih udang, rasa asam segar dari belimbing wuluh yang sudah tua, rasa pedar serai dan daun jeruk, plus asin dan pedas. Pembuatannya pun sangat sederhana. Pada Serambi Kuliner edisi Sabtu ini, Azwani Awi berbagi cerita tentang kelezatan sambal asam udeueng yang diulek kasar tersebut.(*)

INI dia satu lagi kuliner khas Aceh yang banyak diminati. Bentuknya sederhana, tapi menjadi favorit di beberapa rumah makan khas Aceh. Namanya sambai asam udeueng. Dalam bahasa Indonesia berarti sambal asam udang.

Di salah satu rumah makan Aceh di Jakarta, asam udeung ini populer dengan sebutan sambal ganja. Tapi, bukan berarti makanan ini mengandung ganja. Melainkan karena sambal ini membuat ketagihan orang yang menyantapnya.

Kata asam pada makanan ini sama artinya dengan sambal. Jadi, asam udeung berarti sambal udang. Dari namanya, dapat dipastikan sambai asam udeueng jenis ini terbuat dari udang rebus yang dirajang kecil atau ebi.

Kemudian, dimasukan ke dalam bumbu yang telah dikombinasikan dengan bumbu dapur, belimbing wuluh, serta daun jeruk. Pencampuran dengan bumbu ini menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit asam. Rasa asamnya berasal dari boh limeng leumiek (belimbing wuluh) sebagai bumbuutama.

Selain sambal asam udeung biasa, masakan ini juga bisa digoreng lagi. Cuma, untuk meramunya harus menggantikan belimbing wuluh dengan asam sunti. Bahan-bahan lain yang digunakan yakni cabe merah, bawang merah, garam secukupnya, dan minyak goreng secukupnya.

Bahan-bahan tersebut terlebih dahulu dihaluskan sebelum kemudian ditumis bersama udang atau ebi yang telah dibersihkan atau dikeringkan. Masakan telah jadi apabila bau amis udang tidak tercium lagi dan warna masakan menjadi coklat.

Hidangannya pun terasa berbeda. Rasanya yang segar dan lezat pasti akan menggugah selera Anda. Siapapun bakal ketagihan setelah menyantap menu ini. Bahkan, cukup nikmat dimakan dengan nasi putih.

Selain sebagai lauk penyerta untuk disantap dengan nasi hangat, sambai asam udeueng juga cocok dipakai sebagai lauk penyerta sie reuboh (daging rebus)—masakan khas Aceh Besar.

Kuliner khas Aceh yang satu ini merupakan menu tradisional turun temurun. Dari nek tu (nenek buyut), neknyak (nenek), dan ibu di rumah, selalu membuat menu ini. Banyak penduduk luar Aceh yang telah memulai belajar untuk meramu asam udeung ini.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved