Wali Kota Bangun Rumah untuk Warga Relokasi
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, berjanji akan membangun sebanyak 50 unit rumah untuk warga relokasi Pusong
* Setiap Tahun 50 Unit
LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, berjanji akan membangun sebanyak 50 unit rumah untuk warga relokasi Pusong, yang kini bermukim di Gampong Lhok Bani, Kecamatan Langsa Barat. Bantuan rumah itu untuk memenuhi kebutuhan rumah, sebagian warga relokasi Pusong yang belum kebagian jatah rumah bantuan tersebut.
Hal itu dikatakan Usman Abdullah, dalam pengarahannya dalam acara pertemuan dengan masyarakat di mushalla perumahan relokasi Pusong, Kamis (23/1) seusai shalat Magrib berjamaah.
Janji tersebut diucapkan Usman Abdullah menanggapi keluhan warga relokasi Pusong yang hingga kini belum memiliki rumah, sejak mereka harus pindah ke Lhok Bani karena desa mereka Telaga Tuhoh Pusong digerus abrasi beberapa tahun lalu.
Padaberapa tahun lalu Pemerintah Aceh melalui Pemko Langsa, sudah membangun puluhan rumah untuk warga Pusong di komplek perumahan relokasi itu. Namun ternyata, belum semua warga mendapatkan rumah bantuan tersebut.
Masih ada puluhan kepala keluarga (KK) yang belum mendapatkan rumah bantuan tersebut. Katanya, waktu itu Pemerintah Aceh menghentikan pembangunan rumah bantuan bagi warga relokasi Pusong, karena terjadi kekisruhan antar warga. Usman Abdullah atau yang akrap disapa Tauke Seu-uem, menambahkan, ada syarat yang harus dipenuhi masyarakat relokasi, untuk mendapatkan rumah tersebut. Katanya, syaratnya sangat gampang, yaitu masyarakat tak ada keributan dan tak saling menyalahkan.
Menurutnya, Pemko Langsa akan mengupayakan membangun rumah bantuan itu secara bertahap. “Bila program rumah dari Pemerintah Pusat dikucurkan tahun ini, maka akan dibangun di lokasi permuhana relokasi Pusong sebanyak 50 unit,”ujar Wali Kota Langsa. Namun bila program itu tidak ada, maka akan diupayakan untuk dibangun pada tahun 2015 mendatang.
“Sebelum pernah kami tanyakan pada salah satu tokoh masyarakat relokasi. Bagaimana kalau kita bangun rumah 50 unit dulu, tapi waktu itu usulan itu ditolak, menurut tokoh itu apabila mau bangun, harus bangun semua agar tidak ada kecemburuan. Tapi mengingat keterbatasan dana di Pemko, maka tidak mungkin dibangun sekaligus,” ujarnya.
Untuk itu, kali ini Wali Kota Langsa berharap agar masyarakat tidak saling tuding-menuding dan menyalahkan. Tapi, masyarakat harus kompak dan satu kata yaitu menerima pembangunan rumah bantuan itu secara bertahap. Dengan demikian, Pemko Langsa, kata Usman Abdullah, akan membangun rumah bantuan itu paling sedikit 50 unit setiap tahun.
Wali Kota Langsa juga mengakui, sejak direlokasi dari Pulau Pusong, Gampong Teulaga Tujoh, ke lokasi relokasi di Gampong Lhok Bani delapan tahun lalu, warga masih hidup dalam keterbatasan.
Di hadapan masyarakat Pusong itu, Usman juga berjanji segera melengkapi segala sarana publik di komplek relokasi warga Pusong tersebut. Bahkan akan memerintahkan Dinas PU dan Bappeda melakukan survei terkait kelengkapan sarana sanitasi lingkungan, dan letak jalan, serta fasilitas umum lainya.(zb)