Jumat, 1 Mei 2026

Opini

Demokrasi ‘Sakit’

APA yang menimpa Juwaini (35), Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh (DPK PNA) Kutamakmur

Tayang:
Editor: bakri

Masa depan demokrasi Aceh memang telah menuai hasil yang mengkhawatirkan. Apa lagi bila kelanggengan defective democracy ini terus berlanjut. Hal ini bukan saja terjadinya demokrasi yang sakit atau tidak sehat, lebih dari itu berdampak pada kualitas kepemimpinan yang terpilih dalam demokrasi yang tidak sehat.

Artinya, rakyat sebagai elektorat, tidak menggunakan hak pilihnya secara rasional berdasarkan informasi yang ia dapat dan ia yakini bahwa yang dipilih dapat membawa aspirasi mereka. Ataupun dengan melihat track record partai dan kandidat. Bila hal demikian terus terjadi, jangan terlalu berharap adanya perubahan signifikan dalam tatanan demokrasi dan kesejahteraan bagi rakyat. Sebab yang saban hari kita saksikan adalah demokrasi yang sakit.

* Azwir Nazar, Peneliti Komunikasi Politik, Alumni Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan kini tinggal di Ankara, Turki. Email: azwir.nazar@yahoo.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved