Rabu, 29 April 2026

Kupi Beungoh

PR untuk Rektor dan MPA: Menyoal Peringkat Pendidikan Aceh 2026

Peringkat kampus Aceh anjlok dari 10 besar, jadi alarm serius. Perlu pembenahan mutu pendidikan, kepemimpinan kampus, dan peran MPA.

Tayang:
Editor: Amirullah
for serambinews
Redha R. Thogam, S.Sos.I, Sp.PSM, Alumnus S2 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung dan Ketua Samarata Aceh Center. Samarata adalah lembaga bergerak di bidang pendidikan, sosial dan ekonomi 

Oleh: Redha R. Thogam, S.Sos.I, Sp.PSM

SERAMBINEWS.COM - Dalam pekan ini, media nasional detik.com mengangkat dua berita kependidikan yang “menyayat hati” orang Aceh, yaitu rangking PTN (umum dan keagamaan) di Aceh tidak masuk dalam daftar atas.

Dua kampus “jantong hate” rakyat Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah/USK) dan UIN Ar-Raniry tidak masuk dalam 10 besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia, versi Webometrics 2026.

Sungguh fenomena di atas bagaikan hantaman godam di siang bolong bagi pelaku pendidikan, khususnya dua rektor “jantong hate” dan Majelis Pendidikan Aceh (MPA).

Pada 25 April 2026, media nasional merilis 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nasional (PTKIN) yang terdiri dari UIN Bandung, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Lampung, UIN Malang Jawa Timur, UIN Makassar, UIN Jambi, UIN Palembang, UIN Surabaya Jawa Timur dan UIN Banten. (https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8460660/10-ptkin-terbaik-di-indonesia-tahun-2026-uin-bandung-hingga-uin-yogyakarta).

Selanjutnya, pada 27 April 2026, media yang sama merilis 20 PTN terbaik di Indonesia, yang didominasi PTN dari Pulau Jawa seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unibraw, Undip, ITS, Unpad dan lain-lain. Dari Sumatera terdapat USU Medan, Unand Padang, Unsri Palembang dan Unila Lampung.

Pilu bercampur tangis, nama PTN dari Aceh, terutama Unsyiah, tidak masuk dalam daftar 20 besar PTN terbaik di Indonesia. Padahal 5-10 tahun lalu, Unsyiah rutin masuk 10 PTS terbaik di Indonesia (https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8462338/20-ptn-terbaik-di-indonesia-versi-webometrics-2026-ada-kampus-tujuanmu-di-utbk-snbt).

Revitalisasi Keistimewaan Aceh

Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang menyandang predikat istimewa dan khusus. Salah satu keistimewaan Aceh adalah dalam bidang pendidikan.

Keistimewaan bidang pendidikan tertuang dalam UU Nomor 44/1999 tentang Penyelenggaran Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. UU Nomor 44/1999 lahir sebagai resolusi konflik DI/TII (1953-1962) dengan pemerintah RI. 

Implementasi keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan adalah dengan didirikan Kampus Darussalam yang di dalamnya terdapat tiga kampus, yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah/USK), UIN Ar-Raniry dan Kampus Dayah Teungku Chik Pante Kulu.

Namun, ironisnya, data terbaru pada April 2026 adalah posisi pendidikan tinggi di Aceh tidak berada pada peringkat 10 besar, baik Unsyiah maupun UIN Ar-Raniry. Ini adalah tamparan keras dan menjadi PR bagi rektor Unsyiah dan UIN Ar-Raniry.

Unsyiah baru saja menyelesaikan pemilihan rektor dan terpilih Prof Mirza Tabarani. Besar harapan digantungkan pada Rektor Unsyiah yang baru dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Sementara UIN Ar-Raniry masih dalam proses suksesi rektor baru. Dari pemberitaan di Serambi Indonesia, terdapat terdapat empat orang guru besar mencalonkan diri untuk jabatan Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030.

Mereka adalah Prof Muhammad Siddiq Armia PhD. Ia adalah lulusan S2 Universitas Indonesia, S3 di Cambridge Inggris, Lemhanas, dan visiting lecturer (dosen tamu) di sejumlah kampus ternama di dunia.

Siddiq Armia masuk daftar dosen paling berpengaruh di dunia (top 2 persen scientist worldwide 2025). Faktor ini berkontribusi besar dalam menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai kampus riset terbaik di Indonesia yang dibangga-bangakan oleh elite UIN Ar-Raniry.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved