Sabtu, 11 April 2026

Penembakan di Aceh

Kodam Investigasi Kasus Oknum TNI Sewakan Senpi

Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum TNI

Editor: bakri

BANDA ACEH - Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum TNI, Praka Harri dari Kompi 111/R Paya Bakong, Aceh Utara yang disebut-sebut meminjamkan/menyewakan senjatanya kepada pelaku yang memberondong posko calon anggota legislatif (caleg) Partai Nasdem Aceh Utara.

Tim investigasi tersebut tengah berusaha menelusuri sekaligus menggali keterangan mendalam dari Praka Harri dan prajurit TNI lainnya yang satu pos dengan Harri. Pernyataan itu ditegaskan Kapendam IM, Kolonel Arh Subagio Irianto dalam konferensi pers di Makodam IM, Rabu (19/3) siang.

Langkah yang dilakukan Kodam IM itu sebagai respons atas pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Selasa (18/3) bahwa dua pelaku yang diduga memberondong posko caleg Partai Nasdem Aceh Utara dan berhasil dibekuk polisi itu ternyata menyewa senpi dari oknum TNI. Untuk pengusutan kasus ini polisi kini tengah berkoordinasi dengan Polisi Militer (POM) TNI.

Menurut Kolonel Subagio, tim yang telah dibentuk Kodam IM itu terdiri atas tim investigasi dan tim Pomdam IM. Tugasnya, berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk mendapat akses memintai keterangan kedua tersangka pemberondongan yang telah ditangkap pihak kepolisian. “Menyangkut adanya pengakuan pelaku yang mengatakan senjata itu diperoleh dari Praka Hr, tentu diperlukan pembuktian barang bukti, berupa selongsong untuk dites di laboratorium forensik, apakah benar amunisi atau peluru itu keluar dari senjata milik prajurit TNI,” kata Kapendam IM.

Namun, dari keterangan sementara yang diperoleh tim dari Praka Harri, didapat informasi bahwa pada malam kejadian itu Praka Harri sedang bertugas mengamankan objek vital (obvit) Exxon Mobil bersama prajurit TNI lainnya. Lalu, dari pemeriksaan itu, ungkap Kapendam IM, Praka Harri juga tidak mengakui tudingan pelaku yang menyebutkan bahwa senjata yang mereka gunakan menembaki posko caleg Nasdem itu berasal dari dirinya.

Pun demikian, ungkap Kolonel Arh Subagio, Praka Harri mengaku telah kenal lama dengan pelaku Rasyidin alias Mario. Mereka kenal hanya sebatas teman, karena rumah Rasyidin alias Mario, berada dekat dengan Kompi 111/R, tempat Praka Harr ibertugas. Meski begitu, ungkap Kolonel Arh Subagio, tim terus memeriksa secara secara intensif Praka Hr bersama lima prajurit TNI lain yang bertugas satu pos dengan Praka Hr.  (mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved