Serambi Kuliner

Mi Aceh, Kuliner dari Generasi ke Generasi

SALAH satu kuliner yang terdapat di seluruh dunia yaitu mi.

Mi Aceh, Kuliner dari Generasi ke Generasi
Mi Aceh

SALAH satu kuliner yang terdapat di seluruh dunia yaitu mi. Dalam bahasa Inggris disebut noddle. Hampir di semua negara, menu ini menjadi santapan favorit. Meski masih terjadi perdebatan asal mi dari Asia atau Eropa, kini makanan tersebut sudah menjadi salah satu menu global dan kebutuhan manusia. Keberadaannya di setiap negara dan daerah diadaptasikan dengan budaya lokal masing-masing.Termasuk di Aceh. Di provinsi paling ujung di Indonesia ini, dikenal kekhasan mi Aceh. Racikannya yang unik dan rasanya yang khas, menjadi mi Aceh sebagai salah satu icon Bumi Iskandar Muda ini. Pada Serambi Kuliner edisi Sabtu ini, Azwani Awi mengajak pembaca merasakan kelezatan tiada banding dari mi Aceh ini.

RUMAH toko dua pintu itu berpenampilan biasa. Tak ada ornamen khusus yang menghiasi di dalam gerai dimaksud. Hanya susunan meja dan kursi berbaris teratur mengikuti saf sepanjang toko.

Tak ada pula kesan mewah dan unik seperti hotel berbintang di sana. Yang terlihat hanyalah warung biasa yang di pojoknya terdapat rak leter L. Di dalam rak itu tersusun kol, tomat, daun bawang, daun sop, dan telur. Di barisan kedua terdapat mi memenuhi sepanjang deretan.

Meski berpenampilan biasa dan menyerupai warung biasa, bukan berarti di gerai ini biasa-biasa saja. Ada hal luar biasa yang disajikan di sana: mi Aceh. Makanan ini menjadi menu utama yang paling favorit di kedai dimaksud.

Tak hanya di kawasan Jalan Panglima Polem Banda Aceh. Mi Aceh juga mudah dijumpai di berbagai warung kopi di Aceh. Cita rasanya mantap. Sekali mencoba, pasti ketagihan.

Mi Aceh memiliki rasa khas. Kuliner ini kaya akan rasa, kaya rempah, dan pedas. Untuk jenis makanan ini, tersedia beberapa varian. Ada mi gureng, mi tumeh, dan mi reuboh.

Mi gureng adalah mi Aceh yang digoreng kering. Sementara mi tumeh merupakan mi Aceh yang ditumis atau goreng basah Sedangkan mi reuboh yakni mi yang rebus dan berkuah pekat.

Untuk mi-nya sendiri, menggunakan mi kuning tebal. Bahan utamanya berasal dari bumbu-bumbu spesial yang gurih dan pedas. Campurannyaterdiri dari irisan tomat, daun bawang, serta tauge. Ditambah lagi dengan irisan daging sapi, daging kambing, udang, kepiting, cumi-cumi, atau tiram. Untuk pelengkapnya, makanan ini disajikan dengan emping, dan acar irisan bawang merah, mentimun, serta jeruk nipis.

Rasa khasnya, hmm... bikin lidah kian bergoyang.

Di Serambi Mekah, kuliner ini merupakan salah satu hidangan tradisional yang sangat digemari. Keberadaan mi khas Aceh ini telah dikenal sejak 1961.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved