Senin, 4 Mei 2026

Opini

Refleksi Perang Belanda

HARI ini, 141 tahun silam atau tepatnya pada 26 Maret 1873 adalah hari dimana kemerdekaan Aceh untuk pertama kalinya

Tayang:
Editor: bakri

Baik saat masa penentangan penjajahan Jepang atau perjuangan Daud Beureueh mewujudkan Negara Islam DI/TII, hingga periode Teungku Muhammad Hasan Ditiro (1925-2010), kesadaran Aceh mengenai kekuatan tulisan dan dialog masih tersisa. Hasan Ditiro adalah seorang negosiator handal yang tidak lupa untuk melahirkan tulisan-tulisan dengan orasi menggugah. Beliau menyadari bahwa demi sampai pada pintu tujuan, masyarakat terlebih dulu harus dibimbing dan disadarkan dengan pengetahuan-pengetahuan tentang identitas mereka. Kini damai telah dirajut, namun tujuan semula seakan terombang-ambing dalam lautan nafsu jahilistik (pengabaian ilmu), kapitalistik dan opportunistik. Masyarakat Aceh juga seakan kebingungan untuk mendefenisikan “sejahtera Aceh” tanpa kekerasan. Jika Hasan Ditiro masih hidup hari ini dan melihat perkembangan masyarakat Aceh pascadamai yang rentan anarkisme, perpecahan, adu-domba, dan pengidolaan materi, telah cukup menjelaskan kondisi Aceh yang tidak beradab, maka saya yakin, “sia-sia” adalah satu-satunya ungkapan yang muncul di benak beliau.

Penyimpangan-penyimpangan identitas Aceh sebagaimana tersebut di atas, tentunya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab satu atau dua kelompok saja, tapi semua pihak yang mengklaim dirinya berilmu dan beragama. Oleh karena itu, merupakan hal yang mendesak bagi masyarakat Aceh untuk membangun kembali kesadaran berpendidikan yang tenggelam selama masa perjuangan. Hanya dengan mental berpendidikan dan beradab, sektor ekonomi dapat dikembangkan dengan adil dan progresif, menuju Aceh yang bermartabat, makmur dan sejahtara. Semoga!

* Nia Deliana, Aktivis PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) berbasis di Banda Aceh. Saat ini sedang menyelesaikan Program Master bidang Pengetahuan Kemanusiaan di Malaysia. Email: delianania@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved