Jumat, 29 Mei 2026

Opini

Aceh Membunuh Mitos

SATU slogan primordial orang Aceh yang sejak dulu kerap terdengar adalah bangsa paleng jroh ateuh rueng donya

Tayang:
Editor: bakri

Maka tidak menjadi heran ketika penerapan syariat Islam dengan berbagai kebijakan yang menjurus moral, justru semakin memperkuat Aceh sebagai tanda dari anjloknya moral orang Aceh.

 Tak berlaku lagi
Mitos tentang Aceh yang setia dan kuat dalam beragama di mata orang luar Aceh pun, hampir tidak berlaku lagi di zaman ini. Orang Aceh lebih dikenal sebagai “tukang kawin”, dari pada mitos tentang setianya orang Aceh pada pasangannya.

Sedangkan kepercayaan bahwa orang Aceh itu kuat dalam agamanya, juga telah ditepis oleh aksi-aksi orang Aceh yang menempatkan dirinya sebagai tanda praktis, di dalam ruang-ruang yang berlawanan dengan nilai-nilai Aceh secara Islam.

Berbagai mitos tentang Aceh yang sepertinya telah kadaluarsa tersebut, seakan menjadi bumerang bagi kita orang Aceh. Sejatinya Aceh menjadi panutan, tapi kini seakan telah menjadi lautan caci-maki atasnya. Sehingga banyak dari generasi Aceh harus malu mengakui dirinya sebagai Aceh.

Menyambut Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu, seharusnya bisa membawa Aceh untuk memiliki harapan baru, lewat orang-orang yang dipercayai mampu memperbaiki Aceh ke arah yang lebih baik dan paleng jroh. Bukan malah menciptakan putus asa dan putus nyawa pada penantiannya.

Jadi, masih relevankah kita orang Aceh, menganggap dan menyebut diri sebagai bangsa paleng jroh ateuh rueng donya?

* Tungang Iskandar, Alumnus Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan Komunitas Seniman Perantauan Aceh (SePAt), tinggal di Yogyakarta. Email: banlahetungang@yahoo.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved