Puisi
Pagi Bening
selalu ada yang tak bisa terucapkan saat gerimis bernyanyi di pagi bening
Karya Wiratmadinata
selalu ada yang tak bisa terucapkan
saat gerimis bernyanyi di pagi bening
dan kita menata langkah di tengah kabut
sambil bersiap menyambut cahaya.
Jakarta, Februari 2012
Di Kaki Leuser
melingkari tubuhmu
yang terjal dan menantang
aku mencium aroma bunga hutan
pada setiap lekuk jalan
dan aku bertanya diam-diam
mampukah engkau bertahan?
Kutacane, Juli 2014
Tentang Hujan dan Sisa Mimpi Semalam
tentang hujan dan segala cerita yang ia bawa
kusimpan diam-diam di balik tidurku
hujan dalam mimpiku akan menjelma sebaris puisi
yang akan kau baca saat kemarau panjang dalam hidupmu.
Banda Aceh, Juni 2013
Pagi dan Sisa Doa Semalam
terjaga dari tidur yang damai
gerimis masih menuliskan dirinya
di subuh yang kudus
masih kuingat doa-doa
dalam percakapan semalam
tuhan mendengarkan,
seperti kau dengar suara hujan
yang masih rinai sepagi ini
Sajak 10 Juni
(Bunda dari: Mirakel dan Tamara)
Aku berlabuh padamu, menjadi seberkas puisi.
Kau tertambat padaku, pelabuhan kasih tiada tepi.
Selamat Ulang Tahun!
Juni 2014
Mimpi yang Jalang