Selasa, 14 April 2026

Mihrab

Iman Anda Ingin Kuat? Amalkan Lima Langkah Ini

Orang yang membaca, mentadabburi dan memperhatikan isi kandungan Al-Qur'an akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya kuat

Editor: Amirullah
dok.serambi
Tgk Zulfan Wandi, MA 

SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH - Iman manusia bagaikan ombak di lautan lepas, kadang pasang tinggi terkadang juga surut. Terkadang iman seseorang terkikis oleh keindahan dunia yang fana ini.

Bagaimana agar iman kita kuat? Pimpinan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkop, Darussalam, Aceh Besar, Tgk. H.Zulfan Wandi Hasan, MA, mengurai rahasia penguatan iman pada kajian rutin di Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (18/3/2015).

Ia menyebutkan, ada lima kiat dalam memperkuat dan memperbagus keimanan. Ke- 5 langkah itu adalah, Pertama, Cinta (Mahabbah) kepada Allah SWT. Ini merupakan tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki derajat yang tinggi. Mahabbah untuk Allah, jelas Tgk Zulfan, harus ditunjukkan dalam tindakan dan kekuatan ma'rifatullah.

"Ma'rifatullah adalah mengenal dan mengetahui Allah, mengenal hak-hak Allah, keagungan dan kebesaran Allah, dan mengetahui asma wa shifat Allah dengan segala kandungannya," katanya.

Tanpa ma'rifat tidak mungkin seseorang mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya. Ia menjelaskan bahwa ma'rifat adalah hati menyadari segala sesuatu, termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin seperti melihat, mendengar, merasa, menemukan, bergerak, berdiam, berangan-angan, berpikir dan sebagainya, semua adalah karena Allah SWT, yang menciptakan dan yang menggerakkan dunia dan seisinya

"Dalam ma'rifat tidak ada keraguan dan tak tergoyahkan oleh siapapun dan apapun, karena ia adalah pengetahuan yang telah mencapai tingkat haqq al-yaqin. Ingat, bicara iman adalah bicara hati," ujarnya.

"Jadi semuanya dan segala sesuatu adalah Billah, dan untuk mendapatkan ilmu makrifat harus bertumpu pada kalimat La Ilaha Illallah. Melalaikan zikirullah adalah kematian hati. Karena itu, orang yang ingin mengobati imannya yang lemah, harus memperbanyak zikirullah," imbuh Tgk Sulfan.

Kedua, Cinta (Mahabbah) kepada Rasulullah, yaitu mempelajari kisah, tauladan, sifat mulia, sirah dan perjalanan hidup Rasullullah, sebab beliau adalah kekasih Allah.

"Ibaratnya seperti tower jaringan, kalau kita dekat dengannya maka signal pasti penuh. Begitu juga dengan Nabi, kalau kita sudah mengenal dan sudah dekat pasti kita mencintai Allah, sebab Rasul adalah kekasih Allah," jelasnya.

Tidak ada jalan untuk mengetahui baik dan buruk secara mendetail kecuali darinya. Maka kalau seseorang memperhatikan sifat dan akhlak Rasulullah dalam Al Qur'an dan Al-Hadits, niscaya dia akan mendapatkan manfaat dengannya, yakni ketaatannya kepada Nabi menjadi kuat, dan bertambah cintanya kepada beliau.

Tgk Zulfan menambahkan, dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, pasti akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.

"Itu adalah tanda bertambahnya keimanan yang mewariskan mutaba'ah. Makanya, kalau cinta kepada Nabi, perbanyak shalawat dan mengerjakan sunnah-sunnahnya dan menziarahi makam nabi di Madinah, juga termasuk bukti Mahabbah kepada Nabi," kata Tgk Sulfan yang juga Dosen UIN Ar-Raniry ini.

Ketiga, Tadabbur Qur'an. Merenungi atau memikirkan isi kandungan Al-Quranul Karim. Orang yang membaca, mentadabburi dan memperhatikan isi kandungan Al-Qur'an akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya kuat dan bertambah.

"Melalui renungan arti dari Al-Qur'an juga membuat hati menjadi tenang kemudian hati kita menjadi lunak. Bukan hanya sekedar dibaca saja, tapi harus ditadabbarurkan, dihayati maknanya dan dimasukkan sampai ke dalam dada," jelasnya.

Al-Qur'an, sebut Tgk Zulfan, diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. Dengan merenungi isi kandungannya, tambahnya , manusia pasti akan menyadari kebesaran Allah dan semuanya berada di bawah kendali-Nya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved