Serambi Spiritual
Puasa Mengajarkan Kita Rendah Hati
Untuk senantiasa bersikap rendah hati selama bulan Ramadhan, Ustaz Masrul Aidi memberikan 3 (tiga) kiat jitu, sebagai berikut...
Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Jalimin
Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Apa sih hubungannya antara puasa yang kita jalankan itu dengan sikap rendah hati, apa benar berkaitan? Banyak orang mengatakan, puasa itu mendidik kita agar menjadi rendah hati. Lalu, bagaimana penjelasannya?
Pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Cot Keueng, Ustaz H Masrul Aidi LC, MA menjelaskan, puasa dan rendah hati dapat dibuktikan dengan cara sederhana ini.
"Hubungan terdekat antara puasa dan rendah hati ialah, satu-satunya rukun Islam yang tidak menampakkan prosesi di muka umum itulah puasa," ujar Masrul Aidi.
Dia menjelaskan, di antara kelima rukun Islam, puasa adalah ibadah yang hanya dapat diketahui oleh Allah SWT dan orang yang berpuasa itu sendiri. "Syahadat, shalat, zakat dan naik haji, semuanya ada prosesi dan ditonton banyak orang. Sedangkan puasa? hanya kita dan Allah saja yang tahu," ujar dia.
Untuk senantiasa bersikap rendah hati selama bulan Ramadhan, Ustaz Masrul Aidi memberikan 3 (tiga) kiat jitu, sebagai berikut:
1. Sadar bahwa kita adalah hamba
Menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah hamba merupakan hal dasar agar terhindar dari riya dan takabbur. Menurut Ustaz Masrul, hamba ialah budak, maka sepatutnya lah kita bersikap tunduk kepada majikan, apalagi kepada sang pencipta kita.
2. Anggaplah sesuatu yang 'wah' itu biasa saja
Ustaz Masrul mengatakan, sesuatu yang mewah dan berkelas akan dianggap biasa bila kita sepakat menganggapnya biasa. Dia menyontohkan, mobil mewah banyak yang dijadikan 'taksi' di Dubai, dan masyarakat di sana menganggap hal tersebut biasa saja.
Dia menekankan, terlalu mengagumi suatu hal yang bersifat mewah, mahal, justru akan menuntun manusia kepada sifat "hubbud dunya", yaitu mencintai segala sesuatu di dunia secara berlebihan. Sehingga kita kehilangan fokus kepada persiapan menuju akhirat kelak.
3. Memperluas wawasan ilmu
Jangan pernah puas dengan ilmu yang sudah kita miliki sekarang, sebab hal itu akan membuat kita malas dan berpuas diri. Ilmu Allah sangatlah luas, meskipun yang diturunkan ke dunia hanya secuilnya saja.
Ustaz Masrul berpesan, Allah sangat mencintai orang yang menuntut ilmu, karena mengerjakan ibadah berdasarkan ilmu jauh lebih utama ketimbang melakukannya tanpa ilmu (ikut-ikutan).
Dalam Serambi Spiritual, sebuah program talkshow edisi Ramadhan, tim mengangkat topik "Puasa dan Rendah Hati". Hadir di studio SerambiFM, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keueng, Ustaz H Masrul Aidi LC, MA dan dipandu host Nico Firza.
Program dakwah khusus bulan Ramadhan ini mengudara di frekuensi 90,2 Mhz, dan disiarkan dari Senin-Jumat pukul 10.00-11.00 WIB. Hanya di SerambiFM, Lagu na Brita na. (*)