Info Mudik 2015
Tarif Bus Naik 20 Persen
Tarif angkutan bus dari dan menuju Aceh dikabarkan mengalami kenaikan sampai 20 persen dari tarif yang berlaku
* Tanpa Koordinasi dengan Organda
LANGSA-Tarif angkutan bus dari dan menuju Aceh dikabarkan mengalami kenaikan sampai 20 persen dari tarif yang berlaku sebelumnya. Penentuan tarif langsung dilakukan pengelola loket bus di sejumlah terminal di Aceh. Namun, kenaikan tarif tidak ikut naik bagi angkutan jenis minibus.
Informasi dihimpun Serambi Senin (13/7) dari Ketua DPC Organda Kota Langsa, H Anwar menyebutkan, tarif untuk bus sudah mulai dinaikkan sampai 20 persen dari biasanya. Biasanya tarif Langsa-Banda Aceh Rp 140.000 naik menjadi Rp 170.000/penumpang. Sementara tarif dari Medan-Langsa naik dari Rp 70.000u menjadi Rp 90.000/penumoang.
Ia mengatakan, kenaikan itu dilakukan secara sepihak oleh perusahaan angkutan tanpa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Organda di masing-masing daerah.
Meski kenaikan hanya berlangsung selama tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran. H Anwar mengatakan, kenaikan itu juga merupakan kebijakan sepihak dari pihak angkutan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan perhubungan di masing-masing daerah. Meski ada toleransi kenaikan menjelang lebaran, namun, kebijakan sepihak sangat tidak mencerminkan keputusan bersama.
Dikatakan, kebijakan kenaikan tarif angkutan daerah ini sedianya akan diberlakukan tujuh hari sebelum lebaran hingga tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Sementara itu, Ulul Azmi, seorang penumpang dari Langsa ke Banda Aceh kepada Serambi mengaku bahwa ia sangat terkejut dengan jumlah tarif yang harus dibayarkan, karena sudah ada kenaikan Rp 30.000. “Aneh, kenapa gak dikasih tau dulu sebelum dinaikkan, padahal seharusnya ada pengumuman dari Dinas Perhubungan dan Organda,” kata Ulul.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Organda Aceh, Drs Safwan Yusuf kepada Serambi Senin kemarin mengatakan, bahwa Organda Aceh tidak setuju terhadap kenaikan tarif ongkos bus dari dan ke Aceh. Bahkan, Organda meminta kepada para pemilik angkutan penumpang agar tidak menaikkan tarif menjelang lebaran.
“Sekarang ekonomi masyarakat sedang sulit dan membutuhkan pertimbangan semua pihak untuk kenaikan tarif angkutan darat, seharusnya pihak Bus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Perhubungan dan Organda,” kata Safwan Yusuf.
Ditambahkannya, naiknya tarif bus memang biasanya masih dalam tahap toleransi. “Kami keberatan tarif dinaikkan sampai 20 persen, apalagi ini tidak ada komunikasi dengan kita dan perhubungan,” pungkas H Safwan Yusuf.(yuh)