Info Mudik 2015
Jalan dan Sungai Renggut 9 Nyawa
Sejak hari pertama Idul Fitri 1436 H hingga Senin kemarin terjadi sejumlah peristiwa di berbagai wilayah Aceh
BANDA ACEH - Sejak hari pertama Idul Fitri 1436 H hingga Senin kemarin terjadi sejumlah peristiwa di berbagai wilayah Aceh. Untuk kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tercatat lima tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Musibah tenggelam juga merenggut empat nyawa dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber termasuk laporan pihak kepolisian, untuk kasus kecelakaan lalu lintas, lima tewas di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan. Rinciannya, empat di wilayah Aceh Besar dan satu di Bireuen.
Di Aceh Besar yang masuk wilayah Polresta Banda Aceh, terjadi dua kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban tewas mencapai empat orang dalam waktu kurang dari 10 jam dan di lokasi berdekatan di kawasan Lambaro (Jalan Banda Aceh-Medan).
Pada Minggu (19/7) malam sekitar pukul 19.30 WIB, sebuah sepeda motor Honda Beat BL 6477 LAM yang dikendarai suami istri, H Zakaria (60) dan Hj Cut Rukiah (40), warga Lingkungan I Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar ditabrak beruntun oleh dua mobil, yaitu Suzuki APV BL 597 JF (ambulance) dan sedan Timor BL 901 LY. Kedua pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan itu berawal ketika Honda Beat keluar dari Lorong Teungoh memasuki jalan nasional Banda Aceh-Medan berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah Banda Aceh meluncur APV (ambulance) yang disusul sedan Timor.
Honda Beat langsung disambar APV sehingga kedua pengendaranya terbanting ke tengah jalan. Sopir APV diduga hilang kendali sehingga menabrak bagian depan sepmor. Selanjutnya penumpang sepmor yang sudah jatuh ke badan jalan ditabrak oleh Timor hingga terseret belasan meter.
Menurut polisi, pengemudi Suzuki APV bernama Murtaza (35) beralamat di Dusun Keutapang, Desa Cot Kareung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar dan pengendara sedan Timor, Ahmadi (41) berprofesi PNS beralamat Desa Grot Meunasah Baro, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Kasus kecelakaan yang merenggut dua nyawa itu sudah ditangani Unit Laka Satlantas Polresta Banda Aceh.
Masih di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, mobil yang dikendarai satu keluarga asal Susoh, Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) yang terdiri suami istri dan tiga anak kecelakaan tunggal menabrak pohon di depan fasilitas intake PDAM di Lambaro, Aceh Besar, Senin (20/7) subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Suami-istri, Ali Akbar (46) dan Iriyana (44) tewas sedangkan ketiga anaknya luka-luka berat dan ringan dirawat di RSU Meuraxa Banda Aceh.
Informasi awal tentang musibah tersebut dikutip Serambinews.com dari Dansatgaskom RAPI Abdya, M Hasyim (JZ01UHC), pada Senin pagi. Ali Akbar adalah Kasubbag Verifikasi dan Perbendaharaan DPRK Abdya. Sedangkan istrinya Iriyana, asal Peureulak, Aceh Timur berprofesi sebagai guru. Keluarga ini tercatat sebagai penduduk Desa Pante Perak, Susoh.
Kecelakaan itu terjadi ketika Ali Akbar bersama istri dan tiga anaknya yaitu Mirza Maulana (19), Cut Israita (21), dan si kecil Ikram sedang dalam perjalanan kembali dari Peureulak, Aceh Timur dengan mengendarai minibus pribadi BL 807 PL. Setiba di kawasan Aceh Besar, hanya beberapa kilometer lagi memasuki Kota Banda Aceh, mobil yang waktu itu dikemudikan oleh Mirza Maulana menabrak pohon di sisi kiri jalan. Sang ayah, Ali Akbar diyakini meninggal di lokasi kejadian. Semua korban dilarikan ke RSU Meuraxa Banda Aceh namun tak lama berselang ibunda Iriyana mengembuskan napas terakhir sedangkan Mirza bersama kakak dan adiknya luka-luka berat dan ringan dan masih dirawat di rumah sakit tersebut. Menjelang sore kemarin, jenazah suami istri tersebut dibawa pulang ke Susoh.
Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa juga terjadi di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, di Kabupaten Bireuen. Seorang pengendara sepeda motor Mio BL 5027 QR bernama Murhaban (29), warga Dusun Balee Gajah, Gampong Seumirah, Nisam Antara Aceh Utara tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sepeda motor Supra Fit BL 5814 KM. Kasus itu terjadi di depan SPBU Paya Meuneng, Peusangan, Bireuen, Senin (20/7) siang.
Pengemudi sepeda motor Supra Fit bernama Sawaluddin (32), warga Desa Cebrek, Lhoksukon, Aceh Utara mengalami luka ringan sedangkan istrinya Daryani (31) patah di bagian kaki kiri. Murhaban dilaporkan meninggal ketika dalam perawatan medis di UGD RS BMC Juli Bireuen. Kasus itu sudah ditangani Satlantas Polres Bireuen.
Kecelakaan lainnya terjadi di Kota Banda Aceh, tepatnya di kawasan Gampong Pango, Jalan Prof Ali Hasjmy, Senin (20/4) sore. Seorang remaja bernama Fayat (15), santri Dayah Ulee Titi, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar harus dilarikan ke IGD RSUZA setelah sepeda motor Honda Supra X 125 BL 4811 LQ yang dikenderainya tersambar Toyota Kijang Innova BK 28 QR yang dikemudikan rekannya sesama santri, Fajrul (15). Kasus yang terjadi menjelang shalat Ashar pada hari keempat Idul Fitri itu sudah ditangani Satlantas Polresta Banda Aceh.
Informasi yang dihimpun Serambi, sejak hari pertama Idul Fitri 1436 H, tercatat empat warga tewas di sungai, yaitu satu orang di Bireuen dan tiga lainnya di Aceh Tamiang. Sedangkan seorang lainnya, yang terseret arus Irigasi Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat hingga Senin sore kemarin masih dalam pencarian.
Di Bireuen, seorang pemuda bernama Zulkifli (21), warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Makmur, Bireuen ditemukan tewas di Krueng Sawang, kawasan Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat (17/7) sekitar pukul 15.48 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/meninggal-dunia-setelah-terjadi-kecelakaan_20150721_090806.jpg)