Info Mudik 2015

Jalan dan Sungai Renggut 9 Nyawa

Sejak hari pertama Idul Fitri 1436 H hingga Senin kemarin terjadi sejumlah peristiwa di berbagai wilayah Aceh

Editor: bakri
Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa bersiap untuk mengantarkan jenazah pasangan suami istri, Almarhum Ali Akbar dan Iriyana, di RS setempat, Senin (20/7). Pasangan suami istri itu meninggal dunia setelah terjadi kecelakaan tunggal di kawasan Lambaro menjelang Subuh kemarin. SERAMBI/ SUBUR DANI 

Sebelum ditemukan tewas, Zulkifli menyeberangi sungai itu untuk mencari ikan. Korban yang tak bisa berenang langsung tenggelam dan menghilang. Sedangkan teman sekampungnya, masing-masing Yusmadi (22), Muzakir (23), dan Safi’I (17) selamat.

“Setelah mendapat informasi, kami langsung ke lokasi mencari korban. Setelah sekitar satu jam menyisir sungai bersama warga, korban ditemukan tak bernyawa tak jauh dari lokasi tenggelam,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kapolsek Sawang Iptu Bukhari kepada Serambi, Senin (20/7).

Di Aceh Tamiang, sebuah sampan yang dinaiki lima orang terbalik ketika kembali dari mencari ikan di aliran Sungai Tamiang, kawasan Desa Purwosari, Sabtu (18/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lima korban di sampan tersebut, dua di antaranya berhasil menyelamatkan diri sedangkan tiga lainnya hilang.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Budiawan kepada Serambi mengatakan, setelah melakukan operasi SAR secara intensif oleh Tim Rescue Pos SAR Langsa sejak Minggu (19/7) pagi, akhirnya secara berturut-turut ketiga korban hilang ditemukan dalam kondisi meninggal.

Korban meninggal pertama ditemukan Minggu (19/7) pukul 10.20 WIB atas nama Saiful Hamidi (23). Kemudian pada operasi lanjutan, Senin kemarin, sekitar pukul 07.30 WIB ditemukan korban kedua atas nama Mahmuddin (30) dan pukul 10.20 WIB ditemukan korban meninggal yang ketiga, Abdul Rahman (14). “Dengan demikian semua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal. Operasi SAR untuk mencari korban sampan terbalik di Tamiang kita tutup pada pukul 13.00 WIB, Senin (20/7),” kata Kakan SAR Banda Aceh.

Dari Meulaboh dilaporkan, seorang pemuda bernama M Rizal Aulia (20), warga Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumem, Aceh Barat, Minggu (19/7) petang tenggelam dan hilang di irigasi Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen ketika mandi-mandi bersama rekan-rekannya. Hingga Senin sore kemarin korban belum ditemukan.

Kepala Basarnas Pos Meulaboh, Rahmad Kenedi kepada Serambi mengatakan, operasi pencarian melibatkan masyarakat, tim BPBD, relawan RAPI, dan sejumlah pihak terkait lainnya dari kecamatan. Tim menyisir hingga ke aliran Krueng Meureubo, sebab aliran air dari irigasi Lhok Guci juga bermuara ke Krueng Meureubo.

Kebakaran juga terjadi pada Idul Fitri tahun ini. Sebanyak empat rumah di lokasi berbeda ludes dilalap api pada hari kedua dan ketiga Lebaran. Musibah yang menghangsukan empat rumah itu terjadi di Gampong Paya Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (18/7) dini hari sekira pukul 01.40 WIB dan di Dusun Blang Berandang, Desa Ara Bungong, Peudada, Kabupaten Bireuen, Minggu (19/7) malam. (Baca: Kobaran Api di Malam Fitri).(nas/sb/jaf/riz/c43)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved