Wacana Pembentukan Aceh Selatan Jaya Menguat
Wacana pemekaran Kabupaten Aceh Selatan menjadi dua daerah otonom baru semakin menguat. Masyarakat wilayah
TAPAKTUAN - Wacana pemekaran Kabupaten Aceh Selatan menjadi dua daerah otonom baru semakin menguat. Masyarakat wilayah timur Aceh Selatan (Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya) mendukung penuh rencana pembentukan kabupaten baru di wilayah itu, yang nantinya akan diberi nama Kabupaten Aceh Selatan Jaya.
Dukungan itu terlihat saat pelaksanaan musyawarah besar pembentukan Panitia Peningkatan Status Eks kewedanaan/PP Bupati Wilayah Bakongan menjadi Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja) yang berlangsung di Pesantren Ashabul Jamin Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Minggu (26/7) kemarin.
Selain dihadiri tokoh ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, juga turut dihadir para asisten setdakab Aceh Selatan, para kepala bagian (Kabag) setdakab, keuchik dan camat dari 11 kecamatan dalam wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya, serta unsur pimpinan dan beberapa anggota DPRK Aceh Selatan.
Acara diawali dengan sambutan dari tokoh ulama dan tokoh masyarakat Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya. Kesempatan pertama diberikan kepada Tgk Abi Khairuddin, Pimpinan Pesantren Hidaytul Anam, Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Kota Bahagia.
Dalam sambutannya, ia mengajak segenap masyarakat dari wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam mewujudkan peningkatan status eks kewedanaan menjadi Kabupaten Aceh Selatan Jaya. “Kebersamaan adalah suatu keberhasilan. Dengan adanya kebersamaan, maka cita-cita bersama ini bisa terwujud. Kita tidak mau mendengarkan lagi adanya adu domba dan gunting dalam lipatan. Hari ini adalah hari gabungan dan hari persatuan,” kata Abi Khairuddin.
Sementara itu, Tgk Abu Armia, Pimpinan Pesantrek Ashabul Kafi, Kecamatan Kluet Utara, dalam sambutannya menyampaikan, pertemuan pada hari itu merupakan hasil pertemuan dengan Bupati Aceh Selatan baru-baru ini. “Sudah beberapa kali kita mengadakan pertemuan, bagaimana menyatukan persepsi agar pemekaran ini bisa terwujud, namun masih juga ada kendala. Karenanya bupati berinisiatif memfasilitasi masyarakat dari tiga wilayah ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dengan digelarnya acara tersebut, Tgk Abu Armia, berharap kepada masyarakat Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya untuk tidak menebar isu miring yang bisa memprovokasi tujuan bersama ini. Abu Armia berharap kepada masyarakat untuk mengkesampingkan dulu kepentingan kelompok guna tercapainya tujuan tersebut.
Seruan untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan juga disampaikan Ketua Umum Peningkatan Status Eks kewedanaan Bakongan menjadi Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja), Tgk Syeikh H Marhaban Adnan atau yang lebih dikenal Waled Marhaban.
Sedangkan Tgk Hasbi Bin Nyak Diwa (Abon), Pimpinan Pesantren Darul Rahmah, Kecamatan Kluet Utara, mengajak masyarakat di wilayah Timur Aceh Selatan untuk terlebih dahulu bersama-sama mewujudkan pemekaran Aceh Selatan Jaya. “Baru nantinya kita perjuangkan pemekaran Kluet Raya, dan selanjutnya Bakongan Raya. Karenanya, kedamaian ini harus tetap kita dan pelihara,” pungkas Tgk Hasbi Bin Nyak Diwa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kelengkapan struktur Panitia Peningkatan Status Eks Kewedanaan Menjadi Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja). Sementara pengurus pokok sudah dibentuk dalam pertemuan di Pendopo Bupati pada Rabu malam lalu. “Struktur Panitia ini mewakili dari 11 kecamatan dalam wilayah Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya. Karena Bapak Bupati berharap tidak ada wilayah yang ditinggalkan,” jelas Lukman Hakim, salah seorang panitia musyawarah.
Terpisah , beberapa tokoh masyarakat Kluet Raya yang tergabung dalam panitia pembentukan Pemko Kluet Raya menyatakan menolak kepengurusan panitia pemekaran Aceh Selatan Jaya (Asja) yang dibentuk di Pendopo Bupati Aceh Selatan pada Rabu (22/7) malam.
Susunan panita yang dibentuk itu diduga dilakukan secara sepihak oleh beberapa orang perwakilan tokoh masyarakat dari Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya, tanpa didahului rapat bersama dengan elemen panitia Pemko Kluet Raya, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Kluet Raya.
Demikian disampaikan Ketua Panitia Pembentukan Pemko Kluet Raya, Tgk Ismizar SE, T Misbah SE, Tgk HAbd Azis Syah dan Tgk Daipunnas, dalam pesan singkatnya kepada Serambi, Jumat (24/7) sore.
“Kami dari panitia Pemko Kluet Raya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Kluet Raya dan Forum Trumon Raya menyesalkan hasil rapat antara pengurus yang mengatas namakan panitia Pemko Kluet Raya dan Trumon Raya di Pondopo Bupati pada Rabu 22 Juli 2015 malam itu,” bunyi pesan tersebut.
Selain menolak, mereka juga meminta pihak yang hadir khususnya dari Kluet Raya dan Trumon Raya agar mengklarifikasi keputusan rapat. Mereka juga menegaskan agar penetapan panitia pemekaran dan letak ibukota kabupaten harus sesuai dengan kesepatan bersama, yakni hasil rapat/musyawarah panitia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya yang berjumlah 11 kecamatan.(tz)