Damai Aceh
15 Agustus Sejarah Penting
SEJARAH mencatat, 15 Agustus adalah tonggak bagi rakyat Aceh bangkit dari keterpurukan, lantas menata kembali kehidupannya dalam bingkai perdamaian
SEJARAH mencatat, 15 Agustus adalah tonggak bagi rakyat Aceh bangkit dari keterpurukan, lantas menata kembali kehidupannya dalam bingkai perdamaian. Maka sepantasnya rakyat tidak melupakan tanggal 15 Agustus sebagai hari bersejarah.
“Tanggal 15 Agustus harus menjadi tonggak bagi kesadaran kolektif rakyat Aceh dalam memaknai arti perdamaian. Sepatutnya 15 Agustus diperingati sebagai hari bersejarah. Jangan pernah melupakannya,” kata Kepala Laboratorium Ilmu Politik Unimal, Taufik Abdullah MA. Seyogyaknya pula, kata Taufik, 15 Agustus diperingati dengan khitmat untuk membangun kesadaran bersama akan sejarahnya.
Tidak berlebihan juga, apabila kebijakan ini diterapkan di institusi pendidikan dalam bentuk hari apel perdamaian Aceh atau hari keistimewaan Aceh. “Semata-mata ini adalah untuk membangkitkan kesadaran bersama di kalangan generasi muda agar perdamaian tetap berkelanjutan di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan secara kultural perdamaian Aceh perlu diperingati dengan khitmat. Karena MoU Helsinki tidak lahir dalam satu malam. Damai Aceh terwujud melalui jalan panjang dan berliku. (*)