Menenteng Oleh-oleh Kaos Ikon Aceh
Clothing line yang beralamat di Jalan Rama Setia, Desa Lampaseh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Penulis: Nurul Hayati | Editor: Yusmadi
Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bagi anda yang hobi traveling, jangan lewatkan kesempatan memboyong oleh-oleh khas daerah setempat. Terlebih lagi untuk anda penggemar wisata belanja.
Kaos iconik merupakan salah satu daftar belanjaan yang banyak diburu. Cerita di balik sepotong kaos tak sesederhana kelihatannya. Di tangan pebisnis clothing, kaos ibarat kanvas tempat kreativitas tertumpah. Bagi pemilik usaha, kaos tersebut layaknya iklan berjalan.
Tempat mempromosikan daerah atau apa pun yang melekat dan menjadi ciri khas di dalamnya. Sedangkan bagi si pemakai, ada kebanggaan yang menelusup memakai pakaian dengan brand lokal yang iconik.
Itulah yang ditawarkan Distro Bereh!.
Clothing line yang beralamat di Jalan Rama Setia, Desa Lampaseh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Kaos-kaos bergambar dan bertulisan unik menjejali rak distro Bereh! Siapa sangka kaos itu ternyata buatan lokal, karya para anak muda kreatif. Sebuah usaha yang dulunya berporos di tanah Jawa, kini sudah merambah Tanah Rencong.
Rupa-rupa kaos iconik
Tribun Travel berkesempatan menyambangi langsung dapur produksi Bereh! pada Selasa (25/8/2015). Mata saya tertumbuk pada kaos hitam, putih, dan warna lainnya yang menjejali rak distro.
Mendapati kaos unik yang mengusung ikon Aceh seperti Masjid Raya Baiturrahman dan potret pahlawan Aceh dalam sentuhan pop art. Ada juga yang menggelitik seperti celoteh dalam bahasa lokal dan kaos dengan desain KTP Merah Putih dan yang bertuliskan ‘Nyawa Kedua’.
Wah-wah!
Ketakjuban saya tak berhenti sampai di situ, lantaran saya juga menemukan desain media ini (Serambi Indonesia) turut mejeng di jejeran rak. Mau pilih yang sudah tersedia atau membawa desain sendiri? Semua bisa.
Cukup membayar Rp 75 ribu untuk kaos lengan pendek, Rp 85 ribu untuk kaos lengan panjang, dan Rp 100 ribu untuk kaos dengan dua warna. Anda sudah bisa menenteng sepotong kaos bercitarasa lokal.
Proses produksi
Saya berkesempatan mengintip langsung proses produksi yang terbilang sederhana, namun memerlukan kecermatan. Usaha ini diretas tiga anak muda dengan modal awal hanya sekitar Rp 50 juta. Printing adalah tahapan penting dalam menyulap kaos polos menjadi rupa-rupa motif unik nan menarik.
Karena tidak menggunakan teknik sablon manual, maka konsumen dimungkinkan memesan sesuai selera, walaupun hanya sepotong kaos. Konsumen juga bisa membawa desain kreasinya sendiri untuk kemudian di-print.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kaos-hayeu_20150825_221854.jpg)