Kapal Tenggelam di Malaysia
Rindu pada Anak Berujung Maut
RABU (9/9) kemarin, jenazah M Rizal bin Nurdin (27) asal Geudong-geudong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, dipulangkan
* Kisah Penumpang Kapal Karam
RABU (9/9) kemarin, jenazah M Rizal bin Nurdin (27) asal Geudong-geudong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 15.00 WIB. Almarhum M Rizal adalah salah satu korban yang meninggal dalam tragedi tenggelamnya kapal tongkang pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, Kamis (3/9) lalu.
Sebelumnya, jenazah almarhum M Rizal dijadwalkan tiba di Aceh bersama lima jenazah lainnya asal Aceh pada Selasa (8/9) malam. Namun, karena masih ada administrasi yang harus diselesaikan dan kargo pesawat dalam kondisi full, sehingga jenazah M Rizal baru bisa diterbangkan ke Aceh kemarin.
Saat kecelakaan kapal tongkang itu, M Rizal ternyata tak sendirian. Ia bersama orang yang paling ia cintai, yakni sang istri bernama Erni Juwita. Nahasnya, M Rizal meninggal dalam kecelakaan itu, sementara istrinya selamat dan kini masih berada di Malaysia menunggu pengurusan untuk dipulangkan ke Aceh.
Zulkarnain (60), mertua almarhum atau ayah dari Erni, kemarin menjemput jenazah M Rizal di Bandara SIM. Ia pun sempat bercerita singkat kepada awak media tentang menantunya itu.
Zulkarnain berkisah, M Rizal berangkat ke negeri jiran tiga tahun lalu, saat anaknya masih berusia delapan bulan. Setahun lalu, Erni pun memilih berangkat ke sana, mengikuti suaminya. “Anaknya ditinggal pada kami tidak dibawa ke sana, Erni ke sana karena ingin membantu suaminya yang bekerja pada sebuah restoran,” kata Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, M Rizal dan Erni Juwita pulang pada Kamis lalu karena sangat merindukan putra semata wayang mereka, Adli (4). Terlebih M Rizal yang saat itu pergi meninggalkan buah hatinya saat masih berusia delapan bulan. Namun, rencana itu sirna setelah kejadian itu. M Rizal pergi untuk selamanya, rindunya tak kesampaian. Begitu juga Adli, anak yang tak pernah lagi melihat sang ayah untuk selamanya. “Saya berharap, Erni anak saya sehat di sana dan cepat dipulangkan ke Aceh karena hanya Erni sekarang yang dimiliki oleh Adli sebagai ibu kandungnya,” kata Zulkarnain.
Ia terakhir kali berkomunikasi dengan menantu dan anaknya pada Rabu, 2 September, saat keduanya akan pulang via Tanjung Balai, Sumatera Utara, dengan kapal tongkang itu.
Sebelumnya, ia mengaku sudah mengingatkan menantu dan anaknya untuk pulang menggunakan pesawat karena keduanya memiliki paspor resmi dan juga mengurus visa. “Saya bilang jangan pulang dengan kapal, pulang dengan pesawat. Orang kerja bangunan di Medan saja pulang dengan pesawat. Tapi mereka tetap tidak mau karena takut naik pesawat dan memilih untuk pulang dengan kapal feri,” ujar Zulkarnain.
Hari itu, tiba-tiba ia dihubungi Erni dan menyebutkan tidak jadi pulang dengan kapal feri karena diajak temannya pulang dengan kapal yang kemudian nahas itu. Alasannya memilih kapal itu karena biayanya lebih murah.
“Malamnya saya ditelepon, dibilang mau berangkat dengan kapal itu. Saya terkejut, apalagi katanya pulang dari ‘jalur belakang’. Kemudian beberapa jam saat setelah itu, almarhum sempat telepon saya dan mengatakan sudah terjadi kecelakaan,” ujar Zulkarnain.
Ia mengaku mengetahui menantunya itu meninggal setelah menonton tayangan televisi dan melihat gambar menantunya sedang dievakuasi oleh regu penyelamat Malaysia. Sementara Erni, anaknya, diketahui selamat setelah ditelepon dan mengabarkan bahwa ia selamat, namun kondisinya memprihatinkan. “Orang tua almarhum juga langsung mengetahui kejadian itu dan tak sanggup menahan sedih. Jenazah akan kita kebumikan di kampung dan kita berharap Erni bisa cepat kembali ke Aceh,” harap Zulkarnain.
Selain jenazah M Rizal yang dipulangkan, tadi malam satu lagi jenazah atas nama Teuku Ibrahim Asda (29) asal Aceh Barat Daya juga dipulangkan melalui Bandara SIM Blang Bintang. Kedua keluarga korban juga diberikan santunan masing-masing Rp 5 juta yang diserahkan langsung oleh Kabag Hubungan Media dan Penyiaran Biro Humas Setda Aceh, Saifullah Abdul Gani. Kedua jenazah langsung diantarkan petugas menggunakan ambulans ke rumah duka masing-masing.
Dari empat jenazah TKI asal Bireuen yang tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, pada Kamis (3/9) dini hari, kemarin baru dua jenazah yang tiba di Bireuen. Sementara dua jenazah lainnya masih ditunggu pihak keluarga.
Empat jenazah TKI asal Bireuen itu adalah M Rizal (27), warga Desa Geudong-Geudong Kota Juang, Zuraida (40), warga Geulanggang Labu Peusangan Selatan, Muhammad Ibrahim (35), warga Ulee Raboe Jeunieb, dan Khairul Fajri (21) warga Desa Cot Keumude Peusangan. Dari empat jenazah tersebut, baru Zuraida dan M Rizal yang sudah tiba di Bireuen. Keduanya telah dikebumikan di pemakaman keluarga masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-kapal-tenggelam_20150908_212058.jpg)