Kapal Tenggelam di Malaysia
Rindu pada Anak Berujung Maut
RABU (9/9) kemarin, jenazah M Rizal bin Nurdin (27) asal Geudong-geudong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, dipulangkan
Hasil penelusuran Serambi, Rabu (9/9) kemarin, jenazah Zuraida tiba di kampungnya di Desa Geulanggang Labu pada Selasa (8/9) malam. Kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga kemarin.
Bupati Bireuen, Ruslan M Daud bersama rombongan ikut melayat ke rumah duka petang kemarin. Salamiah (65), ibunda Zuraida kepada Serambi mengatakan, putrinya itu baru setahun merantau ke Malaysia menjadi TKW. Karena ia kangen kampung halaman dan ingin berlebaran Idul Adha di kampung, sehingga ia pulang dengan kapal laut. “Allah sudah memanggil anak saya untuk selama-lamanya,” kata Salamiah dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, jenazah M Rizal tiba di Bireuen tadi malam. Setelah beberapa saat disemayamkan di rumah mertuanya di Desa Geudong-Geudong, pagi ini jenazah almarhum akan dikebumikan di Desa Juli Paseh, Kecamatan Juli.
Zubaidah (53), mertua almarhum saat ditemui Serambi di kediamannya Desa Geudong-Geudong kemarin mengatakan, M Rizal merantau ke Malaysia bersama istrinya Erni Juwita tiga tahun lalu. Saat pergi keduanya meninggalkan putranya M Alkhalidi yang saat itu masih berumur delapan bulan. Kini putra semata wayang mereka (cucu Zubaidah) sudah berusia empat tahun.
Menurut Zubaidah, M Rizal pulang dari Malaysia bersama istrinya karena ingin jumpa dengan anaknya yang sudah berusia empat tahun dan selama ini tinggal bersama sang nenek. Tapi takdir berkata lain. Kerinduan sang ayah tak kesampaian. Manusia berencana, Allah jua yang menentukan. Innalillahi wa innailahi rajiun. (sb/c38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-kapal-tenggelam_20150908_212058.jpg)