Breaking News:

Citizen Reporter

Kanji Asyura di Turki

ADA satu tradisi menarik pada bulan Muharam di Turki, yakni masyarakatnya ramai-ramai memasak kanji

Editor: bakri
Kanji Asyura di Turki

OLEH AZWIR NAZAR, alumnnus Pondok Pesantren Darul Ulum Banda Aceh, melaporkan dari Ankara, Turki

ADA satu tradisi menarik pada bulan Muharam di Turki, yakni masyarakatnya ramai-ramai memasak kanji atau bubur Asyura. Dalam bahasa Turki disebut Asure tatlisi (manisan Asyura). Asure berarti sepuluh, berasal dari bahasa Arab asyara. Seorang teman peneliti bahasa menyebut hampir 7.000 kosakata Turki diadopsi dari bahasa Arab. Tapi Arabnya sudah memakai ejaan Turki dan kesannya lebih slank. Seperti insya Allah dalam bahasa Arab, menjadi insallah di Turki.

Kembali ke kanji. Asure berarti menandakan hari spesial pada 10 Muharam. Bulan pertama dalam kalender Hijriah atau Tahun Baru Islam. Uniknya lagi, tradisi bagi-bagi kanji tersebut bukan hanya pada 10 Muharam, tapi sepanjang bulan alias satu bulan penuh Anda dapat menikmati kanji Asure gratis di bumi sang Penakluk, Alfatih ini.

Kanji Asure dimasak dalam jumlah besar di rumah-rumah penduduk. Tujuannya bukan saja untuk dinikmati sendiri, tapi juga dibagi kepada para tetangga maupun para musafir bila bertemu di masjid. Saking banyaknya yang memasak kanji, hampir di stiap rumah tersedia menu Asure ini. Tak cuma di rumah, di organisasi-organisasi keagamaan, yayasan sosial, hingga kampus saya yang beraliran sekuler pun ada tradisi memasak kanji Asure untuk dibagikan kepada mahasiswa yang hendak ke dapur untuk makan.

Dua tahun lalu saya pernah mengunjungi sebuah kota tua di Turki sambil menikmati sore harinya dengan berjalan kaki. Saya telusuri pinggiran sungai yang membelah tengah kota, terlihat bapak-bapak paruh baya membagi-bagikan kanji Asure gratis secara suka cita, padahal saat itu sudah di akhir bulan Muharam.

Memori saya langsung tersambung dengan tradisi kanji atau bubur Asyura di Aceh yang dimasak oleh nenek waktu saya kecil dulu. Sebagiannya saya dengar masih berlangsung hingga saat ini, terutama di wilayah Aceh Besar. Sementara di wilayah Indonesia lain saya mendengar ada tradisi memasak kanji atau bubur pada 10 Muharam, seperti di Padang, Sumatera Barat.

Di tempat kita kacang-kacangan sepertinya lebih mendominasi isi kanji atau bubur tersebut. Sebut saja mulai dari kacang ijo, tojin, kacang geulanteu, serta ketela, ubi sampai santan, dan lain-lain, itulah bahan baku utamanya. Selain itu, kanji atau buburnya sudah pasti manis.

Tapi di Turki, kanji Asure ini diracik lebih spesial dan mengandung campuran karbohidrat, protein nabati, buah buahan, gula, dan air. Untuk karbohidrat biasa dipakai gandum atau boleh juga beras. Kacang tanah, kacang almond digoreng tanpa minyak, menyempurnakan protein nabati di dalamnya. Dalam hal buah-buahan, saya melihat orang Turki banyak memasukkan anggur segar, aprikot, plum, apel, dan kismis (anggur yang telah dikeringkan) ke dalam masakannya, termasuk saat membuat kanji Asure. Maklum, anggur di Turki sangatlah murah. Hanya Rp 5.000 per/kg.

Lalu setelah masak biasanya ditaburkan buah delima di atasnya dan sebelumnya semua bahan dicampur dengan air dan gula.

Nah, melihat bahan-bahannya saja sudah terbanyang aroma harum nikmat nan lezat. Maka, melewati kesempatan mencicipi kanji Asure bila Anda ke Turki pastilah sangat rugi. Bukan saja rasa manis karena juga ada yang dicampur susu, namun juga rasa buah segar yang menambah selera.

Tapi satu hal yang saya tak begitu mengerti, apakah orang-orang Turki memasak kanji Asure ini untuk menu berbuka puasa atau tradisi memperingati bulan Muharam saja. Soalnya, bila di Aceh saat saya kecil justru kami diajarkan berpuasa Asyura dan dijanjikan oleh nenek untuk berbuka dengan kanji. Saat mengaji diajarkan hikmah dan pahala berpuasa pada 10 Muharam yang apabila kita tunaikan, maka akan diampuni Allah dosa kita selama setahun. Plus cerita para nabi yang terlepas dari marabahaya dan ujian berat pada tanggal 10 Muharam.

Tapi yang pasti, tradisi membagi makanan dalam masyarakat Turki tak perlu diragukan. Terutama pada bulan puasa hal demikian sangat kentara di seluruh Turki. Bila tak sempat membeli bahan untuk Asure, toh ada supermarket atau tempat perbelanjaan yang menyediakan dalam bentuk bahan jadi alias paket instan. Jadi, cukup dengan membelinya saja dan pulang ke rumah untuk langsung memasaknya.

Konon dalam pemahaman masyarakat Turki, tradisi Asyura ini berawal dari cerita Nabi Nuh as. Saat Nabiyullah Nuh selamat dari bencana dan terdampar di sebuah gunung, maka sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt, umat Nabi Nuh yang berada dalam kapal Nuh memasak makanan lezat dengan bahan biji-bijian dan lain-lain yang mereka bawa saat ikut dalam bahtera Nabi Nuh. Akhirnya, selamat makan kanji!

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved