Sabtu, 11 April 2026

Salam

Poli Eksekutif Jangan Lemahkan Layanan Jelata

Sebuah terobosan sekaligus inovasi dalam hal maksimalisasi kualitas pelayanan telah

Editor: bakri

Sebuah terobosan sekaligus inovasi dalam hal maksimalisasi kualitas pelayanan telah dilahirkan oleh Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Rumah sakit terbesar dan terlengkap di Aceh itu telah merealisasikan sebuah unit pelayanan pengobatan profesional terpadu. Kita katakan profesional, karena poliklinik ini memang klinik di luar jam dinas RSUZA, dan operasional berbayar menurut ketentuan yang ditetapkan pengelola.

Poliklinik yang diberi label dengan Poliklinik Eksekutif bisa disebut dengan ‘klinik sore’ karena beroperasi mulai pukul 16.00 s/d 20.00 WIB. Dan terbuka untuk umum, artinya tidak terkait dengan pelayanan yang berbasis fasilitas BPJS atau sejenisnya.

Seperti diakui Ketua Panitia Peresmian, Dr dr Azharuddin SpOT (K) melalui harian ini edisi kemarin, poliklinik eksekutif dikelola secara swadana, dengan pelayanan kesehatan melibatkan banyak pihak termasuk swasta. “Poliklinik ini mirip seperti klinik swasta. Yang membedakannya adalah jumlah dokter ahli lebih banyak dan alat yang digunakan juga jauh lebih lengkap,” ujar Azharuddin yang juga Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUZA, setengah berpromosi.

Sementara Direktur RSUZA, dr Fachrul Jamal menambahkan, poliklinik eksekutif dijalankan oleh dokter terbaik dengan alat kesehatan yang mutakhir. “Masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh ke Malaysia, karena poliklinik eksekutif berstandar internasional,” kata dia.

Banyak harapan yang disandangkan ke poliklinik eksekutif yang tentunya pelanggannya adalah kelompok menengah ke atas, yang tak mau terganggu dengan ribetnya prosedural BPJS yang harus rujuk sana sini. Kelompok inilah yang memiliki ‘fulus lebih’ yang selama ini lebih memilih ‘wisata berobat’ ke Penang atau kota kota lain di negeri jiran.

Pelanggan berharap agar poliklinik itu tak hanya berlabel eksekutif, namun kualitas pelayanan dan fasilitasnya kelas awam.

Namun yang jauh lebih penting adalah menyahuti imbauan dan harapan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah ketika meresmikan fasilitas tersebut. Orang nomor satu di Aceh itu meminta semua jajaran di rumah itu agar memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien. “Berikan pelayanan yang prima kepada semua lapisan masyarakat, baik kepada golongan yang berkantung tebal maupun masyarakat yang kurang mampu. Pelayanan kesehatan kepada mereka tidak boleh dibeda-bedakan,” harap Gubernur.

Artinya, keberadaan poliklinik eksekutif itu jangan sampai melemahkan ‘kinerja pagi’ para dokter yang terlibat di klinik sore. Dengan kata lain, kerja saat jam dinas jangan sampai ayal-ayalan, dengan harapan semua warga tergiring untuk memanfaatkan poli eksekutif, yang ujung ujungnya fulus tenaga medis di klinik sore RSUZA akan ‘lebih sehat’ nantinya.

Kita merasa perlu mengingatkan hal itu, sebagai bagian dari komitmen mendukung pelayanan maksimal di semua sarana pelayanan publik di negeri ini, terutama rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sudah bukan rahasia lagi, warga yang menginginkan ‘konsultasi lebih’ dengan layanan yang terasa lebih ramah dan familiar memilih dokter praktik, tinimbang melalui jam dinas rumah sakit hingga Puskesmas daerah terpencil sekalipun. Keberadaan poliklinik eksekutif ini tentu saja sangat tidak dihendaki mengarah ke pola klasik tersebut.

Kita semua tahu, tarif layanan dokter di BPJS juga sudah sangat lumayan dibanding dengan pola askes terdahulu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved