Kamis, 14 Mei 2026

Di Stand Aceh Utara Ada Kreasi dari 'On Geurusong'

Namun, di tangan kreatif Ny Syamsiah Ismail, daun pisang kering ini mampu disulap menjadi bunga hias yang bernilai seni.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Syamsiah bersama 45 rekannya memamerkan kreasi dari On Geurusong dalam ajang pameran Hari Aksara Internasional (HAI) ke 50 di Lapangan Sada Kata, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa (10/11/2015). 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Mungkin bagi sebagain besar masyarakat menganggap daun pelepah pisang kering adalah sampah yang tidak berguna sehingga tak jarang kita membuang atau membakarnya.

Namun, di tangan kreatif Ny Syamsiah Ismail, daun pisang kering ini mampu disulap menjadi bunga hias yang bernilai seni.

”Ini semua kita buat dari limbah, seperti daun pisang kering, kardus, dan rak telur,” kata Ny Syamsiah kepada Serambinews.com, Selasa (10/11/2015).

Ny Syamsiah bersama 45 rekannya ikut dalam ajang pameran Hari Aksara Internasional (HAI) ke 50 di Lapangan Sada Kata, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Ny Syamsiah yang merupakan guru SDN Muara Dua Lhokseumawe ini mengatakan, pada dasarnya membuat bunga dari daun pisang atau dalam bahasa Aceh disebut Un Krusong itu gampang-gampang susah.

Namun, lanjutnya sebenarnya mudah dipelajari jika ada niat dan tekun.

Saat disambangi di stan pameran Kabupaten Aceh Utara yang berada di sebelah kiri arah masuk Lapangan Sada Kata, Syamsiah sedang merangkai bunga berbahan baku limbah berupa daun pisang kering, rak telur puyuh, kardus dan kawat.

Tangan kreatif ibu ini mamu menyulap limbah daun kering, rak telur dan kardus bekas menjadi kerajinan tangan yang mendatangkan rezeki hingga dapat dijadikan sebagai peluang usaha.

Setelah digulung, daun pisang itu kemudian dipasang pada kawat kecil seukuran jarum. Lalu, untuk kerak telurnya disemprot dengan cat pilox sehingga membuat bunga ini makin berkilau.

Ia mengaku pernah memenangkan lomba rangkai bunga dalam sebuah even bergengsi ini mengatakan, hasil kerajinan tangan limbah ini sebaiknya menggunakan daun pisang yang benar-benar kering.

Menurut Syamsiah, jika dilihat dari nilai barang mungkin saja harga bunga atau pernak pernik kreasinya tersebut tidak seberapa.

Tapi, lanjut Syamsiah, bagi pecinta seni, bunga buatannya itu sangat bernilai karena tidak mudah didapatkan dan memiliki kreasi yang tinggi.

Di Pameran HAI kemarin, bunga un kruson ing pun dibanderol antara Rp 30.000-Rp. 60.000 per pot.

Selain bunga un krusong ini, pada stan yang dijaga petugas berseragam berpadu putih ini warna merah putih untuk menyapa pengunjung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved