Breaking News:

Cakrawala

MaTA: Jangan Sampai Nasib BPMA Sama dengan PDPA

Jangan sampai nasib BPMA ini sama halnya dengan posisi PDPA hari ini, itu yang tidak kita inginkan,"

Penulis: masyitahrivani | Editor: Yusmadi
NET
Koordinator LSM MaTA, Alfian 

Laporan Masyitah Rivani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Koordinator LSM MaTA, Alfian menilai proses pengumuman rekrutmen calon Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) yang diumumkan di media cetak Serambi Indonesia kemarin hanya untuk formalitas saja.

Pasalnya, tambah Alfian, secara diam-diam ternyata Pemerintah Aceh sudah mengusulkan 17 nama calon anggota tim BPMA ke Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita melihat dari proses awalnya saja ini sudah tidak ada sistem yang jelas. Hal ini sebenarnya harus menjadi pertimbangan yang kuat bagi Gubernur Aceh, tidak bisa sembarangan.

Jangan sampai nasib BPMA ini sama halnya dengan posisi PDPA hari ini, itu yang tidak kita inginkan," kata Alfian saat menjadi narasumber di talkshow Cakrawala SerambiFM, bersama Redaktur Opini Harian Serambi Indonesia, Asnawi Kumar dipandu host Nico Firza, Rabu (25/11).

Alfian juga menyebutkan, pemilihan calon tim BPMA yang disebut-sebut berdasarkan hubungan darah atau kepentingan dan selera yang memegang kekuasaan saat ini dikhawatirkan tim yang diharapkan berdiri secara permanen ini tidak benar-benar terwujud.

"Yang kita khawatirkan adalah ketika nanti ada pergantian pemimpin di Aceh, tim BPMA juga akan berganti, padahal ini untuk jangka panjang dan diharapkan tim ini menjadi tim yang permanen, yang nantinya hasil kerjanya bisa memberi manfaat besar untuk Aceh," tandas Alfian.

Sementara salah seorang pendengar Serambi FM, Ramli warga Banda Aceh melalui saluran telepon mengatakan, BPMA merupakan lahan yang kewenangannya sangat besar sama dengan SKK Migas, lahan ini dianggapnya lahan yang paling rentan korupsi.

"Kalau bahasa Acehnya, nyoe ken peng grik, peng rayeuk jadi mandum ureung meusenoh-seunoh," ujar Ramli.

Namun Ramli berharap perekrutan calon tim BPMA berjalan transparan dan independen. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved