Sabtu, 25 April 2026

Bob Marley Ternyata Palsukan Kematiannya, Selama Ini Ia Jadi Pengamen Jalanan

Ketika hasil keluar dari laboratorium, petugas tidak bisa percaya dengan apa yang ia lihat.

Editor: Fatimah
8 news
Bob Marley 

Pemerintah Jamaika pun menuruti rencana Marley, dengan pemahaman mereka akan menerima royalti dari album paling sukses, Exodus.

Chambers mengklaim pejabat pemerintah kemudian melenyapkan tubuh Marley, bersama dengan hasil DNA dan laporan kematian dari forensik.

Mereka kemudian meninggalkan peringatan ke Chambers dan stafnya untuk menjaga rahasia ini dan tetap diam tentang hal-hal yang mereka hadapi.

"Saya memutuskan saya tidak bisa tinggal diam tentang hal ini, meskipun tidak memiliki bukti karena pemerintah mengambil semua itu ke sebuah lokasi rahasia di suatu tempat," kata Chambers.

"Bob Marley tidak mati pada tahun 1981, dan aku terkutuk jika aku akan menjaga rahasia hanya karena beberapa pejabat yang menyuruhku diam. Kebenaran harus didengar, bahkan jika pemerintah akan kehilangan hak royalti kepada Exodus, yang merupakan album yang fantastis dengan cara ini," ungkapnya.

Sementara itu, pada April lalu, Barack Obama berkunjung ke museum pemusik reggae Bob Marley di Jamaica dalam lawatan pertama Presiden Amerika Serikat ke negara itu sejak tahun 1982.

Museum di kota Kingston tersebut merupakan rumah terakhir yang didiami penggugah lagu-lagu reggae yang terkenal di seluruh dunia, antara lain One Love.

Presiden Obama mengatakan dia merupakan penggemar Bob Marley dan saat berkeliling museum mengatakan kepada pemandu, "Saya masih memiliki semua albumnya."

Obama berada di Jamaica untuk bertemu dengan 15 anggota Komunitas Karibia, antara lain untuk membahas masalah energi dan keamanan.

Begitu mendarat di Kingston, Obama langsung berkunjung ke rumah bergaya Victoria di pusat kota yang menjadi rumah Marley sejak tahun 1975 hingga meningal dunia pada 1981.

Seperti dilansir Kompas.com, Obama menghabiskan waktu sekitar 20 menit berkeliling museum, yang memamerkan peninggalan legenda reggae tersebut, termasuk album emasnya dan penghargaan Grammy Lifetime Achievement.

Kedatangannya dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One menjadi kunjungan presiden AS pertama ke Jamaica sejak lawatan Ronald Reagan 33 tahun lalu. Dia disambut oleh Perdana Menteri Jamaika, Portia Simpson-Miller, dan Dubes AS di Jamaica, Luis Moreno.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved