Empat Pilar Kehidupan
ISLAM mengajarkan bahwa hidup ini bukanlah untuk berleha-leha, menghabiskan waktu tanpa ada manfaat
Orang miskin yang taqwa dan istiqamah dalam beribadah yang kelihatannya hina dalam pandangan manusia, tetapi jauh lebih mulia di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda: “Saya pernah berdiri di pintu syurga, ternyata yang saya lihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya tertahan (yaitu belum diperkenankan masuk syurga dahulu). (HR. Bukhari dan Muslim).
Ilmunya para ulama adalah pelita yang akan menerangi jalan gelap penguasa dalam menjalankan roda kekuasaanya, ulama perlu menjadi koalisi umara yang selalu mendukung setiap kebaikan yang dijalankan, menjadi oposisi yang selalu tampil memberikan nasehat dan bimbingan jika umara melenceng dari garis dan nilai-nilai syariat. Umara sejatinya selalu mendengar setiap kritikan para ulama, bukan mengabaikan atau menyeret ulama ke lembah yang akan menjatuhkan kredibilitas dan netralitas.
Ilmunya para ulama dan keadilan umara menjadi semangat tersendiri dalam memotivasi orang kaya membelanjakan hartanya serta didukung oleh doa orang orang miskin yang taat, karena setiap doa mereka akan selalu diijabah oleh Allah Swt. Menjalankan tugas dan fungsi masing-masing merupakan satu upaya memperkuat dan mempersatukan keempat pilar ini.
Semoga Aceh di masa yang akan datang akan menjadi kawasan yang kuat dengan sokongan empat pilar ini, kuat dengan arifnya ulama, adilnya Umara, murahnya hati orang kaya dan orang miskin yang taat dan selalu berdoa bagi kebaikan negerinya. Amin.
* Zarkasyi Yusuf, Staf bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh. Email: kasyiaceh@gmail.com