Droe Keu Droe

Benarkah di Anjong Mon Mata Dilarang Shalat Berjamaah?

MEMBACA tulisan seorang pembaca berjudul “Dilarang Shalat Berjamaah di Mushala Anjong Mon Mata

MEMBACA tulisan seorang pembaca berjudul “Dilarang Shalat Berjamaah di Mushala Anjong Mon Mata?” yang dimuat dalam rubrik Droe Keu Droe (Serambi, 11/7/2016), hati saya sangat miris.

Begitu ketatkah protokoler untuk masuk ke Anjong Mon Mata di komplek Pendopo Gubernur Aceh, sehingga sampai-sampai rakyat yang mau menghadap Tuhannya saja dilarang? Atau, ini hanya kesalahan intepretasi saja dalam menjabarkan tupoksi dari anggota Satpol PP yang bertugas nyaris seperti “robot” itu?

Sekilas ini hanya perkara sepele, tapi tidak sesederhana itu kalau kejadiannya di Aceh. Di mana, nilai-nilai dan etika yang menyangkut masalah keagamaan menjadi sangat sensitif. Jangan sampai kasus ini merusak kepercayaan rakyat Aceh pada pemimpinnya.
Oleh sebab itu, harus menjadi perhatian pimpinan di Aceh. Sesibuk apa pun mereka harus menjelaskan kepada publik tentang kejadian ini. Jangan sampai rakyat berpikir macam-macam.

Hamdani, SE, MSM
Dosen Keuangan Perbankan Politeknik Negeri Lhokseumawe Beralamat di Matangglumpangdua. Email: dani.jurnalis2@gmail.com

* Sudah diklarifikasi oleh Kasubbag Rumah Tangga Pimpinan Biro Umum Setda Aceh, bahwa “Mushala Pendopo Gubernur Dapat Digunakan Masyarakat” dalam Droe Keu Droe (Serambi, 13/7/2016).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved