Minggu, 12 April 2026

Hal Ini yang Membuat Elma Theana Tak Berdaya di Depan Gatot Brajamusti

Semakin lama, Elma mulai sadar akan keganjilan yang ada dalam padepokan Gatot Brajamusti.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Elma Theana menghadiri acara syukuran film Cahaya Cinta Pesantren di Restoran Raja Rasa, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2016). 

SERAMBINEWS.COM - Pemain film dan sinetron Elma Theana (41) mengakui kalau dirinya sempat tak percaya pada keluarganya yang menentang dirinya mendalami ilmu agama di padepokan Gatot Brajamusti, di Sukabumi, Jawa Barat.

Meski melarang, wanita yang akrab disapa Elma ini tetap tidak menggubris larangan dari pihak keluarga.

Karena, ia menganggap pihak keluarga tidak mengetahui apa-apa tentang Gatot Brajamusti dan padepokannya.

"Keluarga sudah banyak yang bilang, 'Elma itu tuh tempat nggak benar, tempat apa' Tapi saya merasakannya mungkin dalam keadaan tidak normal ya," kata Elma saat ditemui di gedung Trans, Jl Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Senin (5/9/2016).

Karena Elma menganggap Gatot Brajamusti adalah guru yang memang menjadi pedomannya dalam mendalami ilmu agama waktu itu.

Keluarga Elma sebenarnya mengetahui apa yang terjadi dan padepokan Gatot Brajamusti sudah diincar oleh kepolisian.

"Alhamdulillah nggak ada apa-apa. Menurut saya waktu itu nggak merasakan keganjilan yang aneh-aneh. Ya namanya juga lagi nggak fokus," ucapnya.

sikap keras Elma membela Gatot membuat sebagian orang mengira Elma dipelet.

Salah satunya perkataan adik Elma Tiana, Sonni Setiawan.

"Mungkin, menurut adik saya, saya kayak dipelet. Pokoknya kalau ditanya guru, 'ah enggak ada yang lebih baik dari beliau'. 'Enggak ada ilmu yang lebih tinggi dari beliau'. Kalau ada yang menyinggung beliau, saya akan marah," kata Elma.

Semakin lama, Elma mulai sadar akan keganjilan yang ada dalam padepokan Gatot Brajamusti.

Bahkan, Elma sempat menyebutkan padepokan Gatot Brajamusti memiliki ajaran sesat.

Oleh karena itu, Elma memutuskan keluar dari padepokan Gatot Brajamusti tahun 2011 lalu. Ia pun menceritakan juga, awal mula ia memutuskan keluar dari padepokan.

"Saya bertemu dengan seseorang yang melihat saya tidak normal, dalam arti kata bagaimanalah. Saya mungkin ada sedikit rukiyah atau gimana ya," ujarnya.

"Akhirnya tiba-tiba saya sadar bahwa oh iya ternyata saya bukan di situ tempatnya. Melanggar dari akidah-akidah normal ke-islaman yang sesungguhnya," sambung Elma.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved