Selasa, 19 Mei 2026

Sosok Misbakhun Dukung Pernyataan Prabowo soal Warga Desa Tak Pakai Dolar: Tak Perlu Panik

Misbakhun bahkan sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta warga tetap tenang menghadapi gejolak nilai tukar.

Tayang:
Editor: Amirullah
Instagram
Mukhamad Misbakhun (Instagram @mmisbakhun) 

SERAMBINEWS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian.

Di tengah kurs yang menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan.

Misbakhun bahkan sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta warga, khususnya di pedesaan, tetap tenang menghadapi gejolak nilai tukar.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat desa memang tidak berkaitan langsung dengan transaksi internasional yang menggunakan dolar AS.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dollar," kata Misbakhun, Minggu (17/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Ia menyebut dampak fluktuasi dolar lebih banyak dirasakan oleh kelompok masyarakat tertentu, terutama yang bergantung pada barang impor maupun aktivitas luar negeri.

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," ujarnya melanjutkan.

Misbakhun menilai pesan yang disampaikan Prabowo penting untuk menjaga suasana tetap kondusif di tengah tekanan ekonomi global. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia tetap menggunakan rupiah sebagai alat transaksi utama.

"Karena memang rupiah menjadi alat transaksi di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi tidak menggunakan dollar, menggunakan rupiah. Dan inilah yang menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucapnya.

Meski mendukung pernyataan Presiden, politikus Partai Golkar itu tetap mengingatkan bahwa pelemahan rupiah harus menjadi perhatian serius pemerintah serta otoritas moneter karena bisa berdampak pada sektor ekonomi tertentu, terutama impor.

Baca juga: Cuaca Hari Ini di Meulaboh: Siang Cerah Berawan, Malam Turun Hujan

Baca juga: Lampaui Target Nasional, UIN Ar-Raniry Perkuat Posisi sebagai Kampus Unggul

Desak Bank Indonesia Stabilkan Rupiah

Dalam pernyataannya, Misbakhun secara khusus meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan nilai tukar rupiah.

Ia menilai posisi rupiah saat ini sudah terlalu jauh dari asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2024.

"Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai," tutur Misbakhun.

Misbakhun juga menyoroti potensi dampak lanjutan terhadap sektor industri nasional. Menurutnya, pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga bahan baku impor yang kemudian berimbas pada inflasi.

Ia mengingatkan bahwa sektor industri yang masih bergantung pada impor akan menghadapi tekanan lebih besar apabila kurs rupiah terus melemah.

Pertanyakan Fundamental Ekonomi yang Disebut Kuat

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved