Citizen Reporter
Jejak Penjajahan Spanyol di Macau
SAMPAI saat ini Macau (Makau) masih tercatat sebagai bagian dari Cina/Tiongkok
OLEH AINUL FITRI, alumnus UIN Ar-Raniry, sedang mengambil program magister di HUST, melaporkan dari Macau, Tiongkok
SAMPAI saat ini Macau (Makau) masih tercatat sebagai bagian dari Cina/Tiongkok. Tapi, walaupun bagian dari Tiongkok, Macao memiliki hak otonomi sepenuhnya dalam mengelola daerahnya. Misalnya, Macau memiliki mata uang tersendiri.
Macau yang dulunya negeri jajahan Spanyol, menggunakan Macau pataca sebagai mata uangnya. Dari segi nilai tukar mata uang, pataca lebih murah dibandingkan yuan atau sering disebut RMB.
Macau juga salah satu tempat kasino terbesar di Asia. Grand Lisboa adalah nama kasino yang menjulang tinggi di Macao. Kasino ini tiga lantai dan mempunyai eskalator sebagai penghubung antara satu lantai ke lantai lainnya. Bangunannya berbentuk bundar.
Grand Lisboa tak hanya memiliki meja judi yang megah, tetapi juga hotel mewah. Berada di sampingnya, yaitu Grand Lisboa Hotel.
Di balik Grand Lisboa yang terkenal ke penjuru dunia, Macau juga punya daya tarik lain yang membuat turis terus berdatangan. Salah satunya adalah Weng Hang. Kawasan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi turis lokal dan mancanegara yang sedang berlibur, yaitu bekas reruntuhan gereja tua, salah satu peninggalan dari penjajahan Spanyol. Dinas Pariwisata Macau membuat tempat yang terkesan angker itu menjadi unik dan indah, yaitu dengan menatat taman yang indah di samping bangunan tua itu.
Dengan adanya taman yang indah hingga menuruni tangga, menjadikan tempat ini salah satu tempat selfie terfavorit bagi pengunjung. Ditambah lagi di situ terdapat banyak tempat makan (pusat kuliner) dan banyak tempat belanja. Sehingga muda-mudi di Macau memilih tempat tersebut sebagai salah satu tempat mereka menghabiskan malam Minggunya.
Macau juga punya salah satu kawasan yang membuat pengunjungnya terkagum-kagum, yaitu Venetian. Ini adalah mal tersebesar di Macau. Uniknya, di dalam Venetian Mall ini terdapat sungai kecil. Di dalam sungai itu terdapat boat kecil. Kalau kita naik, pendayung boat akan menyanyikan lagu Spanyol selama dalam pelayaran sepanjang mal.
Kerennya lagi, pendayung boat tidak hanya dari orang Cina sebagai penduduk Macau, tetapi juga ada orang Spanyol.
Di samping mal terdapat Venetian Hotel. Turis bisa menginap di sini sekaligus belanja. Mal dan hotel yang megah ini, menurut penduduk setempat, baru ada sekitar sepuluh tahun lalu. Dilihat dari bentuknya yang bergaya Eropa, tepatnya ala Spanyol, sudah pasti harga barang di mal dan hotelnya lebih mahal dibanding di tempat biasa.
Hal yang sangat menarik dari Macau ini adalah jembatan yang menghubungkan kedua pulau, yaitu antara Pulau Macau dengan Taipa. Jembatan ini berdiri megah di tengah laut untuk menghubungkan kedua pulau tersebut. Alat transportasi seperti bus, sepeda motor, dan mobil pribadi bebas berlalu lalang di atasnya.
Saya sempat mengimpikan jembatan seperti ini ada di antara Pulau Sabang dengan Pulau Aceh. Bandar udara di Macau ini sebagian jalannya juga berada di atas laut. Karena saya berangkat dari Indonesia menuju Macau, maka saya menggunakan transportasi udara. Saat pesawat landing saya perhatikan jalan yang dilalui pesawat berada di atas air laut. Mengerikan, tapi juga mengagumkan.
Namun, kalau dari kota tempat saya menempuh pendidikan, yaitu Kota Wuhan ke Macau, bisa menggunakan transportasi darat, yaitu kereta api. Hanya butuh waktu lima jam menggunakan kereta api cepat atau 12 jam naik kereta api lambat.
Tiongkok sangat mengutamakan jalur transportasi dan alat transportasi. Pernah kami tanyakan kepada salah satu guru yang mengajar di kelas Survey of China, kenapa Cina sangat banyak membangun jalur transportasi? Dia menjawab, salah satu penunjang perekenomian di sebuah negara adalah adanya jalur transportasi yang mudah.
Karena itu, Cina sangat memperhatikan jalur transportasi. Tidak heran jika setiap harinya ada pembangunan jalan, jembatan, jembatan layang, railway station, subway, juga perbaikan-perbaikan bandara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ainul-fitri_20161020_121911.jpg)