BREAKINGNEWS - Korban Tenggelam di Laut Labuhan Haji Ditemukan
Jenazah Safran ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi mengapung sekitar 4,5 mil dari bibir pantai.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Zaenal
Laporan: Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Safran (18), warga Desa Ujong Padang, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dilaporkan hilang ditelang ombak, Rabu (30/11) lalu, ditemukan telah meninggal dunia pada, Jumat (2/12) pukul 09.20 WIB.
Informasi diterima Serambinews.com, jenazah Safran ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi mengapung sekitar 4,5 mil dari bibir pantai.
Korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan SAR Aceh Selatan dan Abdya, Basarnas Pos Meulaboh, Personel TNI/Polri, BPBD Aceh Selatan, RAPI Aceh Selatan beserta masyarakat sekitar.
"Setelah dievakuasi ke darat, jenazah korban dibawa pulang ke rumah di Kecamatan Tangan-tangan," kata Ketua SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada Serambinews.com.
Diberitakan sebelumnya, tradisi Tulak Bala atau Rabu Habeh yang setiap tahun dirayakan dengan cara berekreasi ke lokasi Objek Wisata selalu memakan korban jiwa.
Pada tahun ini salah seorang warga asal Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan hilang ditelan ombak saat manti bersama rekannya di lau kawasan Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (30/11).
"Korban bernama Safran (18), warga Desa Ujong Padang, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Abdya. Dia ditelan ombak saat sedang mandi di laut bersama 10 rekannya diacara tulak bala. Laporan yang saya terima dari anggota dilapangan ada 4 orang yang ditelan ombak, tiga berhasil selamat dan satu bernama Safran hilang digulung ombak," kata Ketua Satgas SAR Kabupaten Aceh Selatan, May Fendri SE.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/evakuasi-mayat_20161202_111629.jpg)