Ternyata, ‘Pasukan Bertopeng’ Mengklaim Sebagai Komando Tentara Acheh Merdeka
Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) Komando Pusat, Abu Bakar Al Asyi dalam pernyataan tertulis kepada Serambinews
Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati pihak Jakarta saja.
Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) tetap melaksakan acara milad ke 40 dengan sukses di tingkat komando pusat TAM dan di sebahagian wilayah Aceh yang telah aktif pembentukan struktur TAM wilayah.
Sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan ke depan dalam aksi-aksi yang dimaksud.
Untuk itu, kami dari Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) ASNLF/AM Komando Pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pejuang bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad tanggal 4 Desember tahun 2016 ini.
“Penghargaan kami yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan TAM wilayah dan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan bendera bulan bintang dan acara doa bersama di milad kali ini di tempat masing-masing,” demikian pernyataan Abu Bakar Alasyi. (*)
Lihat video aslinya di sini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/video-upacara-milad-gam-ala-militer_20161205_204326.jpg)