Let Bugeh di Mata Para Sahabatnya
“Pak Let Bugeh seorang tokoh olahraga Aceh yang fenomenal dan tak tertandingi kiprah dan kepeduliannya terhadap dunia olahraga."
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Amirullah
Laporan Muhammad Hadi I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Zainuddin Hamid atau yang akrap di sapa Let Bugeh menghembuskan nafas terakhir di RSUZA Banda Aceh, Minggu (8/1/2017) pukul 14.20 WIB.
Jenazah almarhum dibawa pulang ke rumahnya di Jalan Tgk Chik Di Pineung III, Nomor 18, Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Let Bugeh dishalatkan setelah shalat Magrib di Masjid Darul Falah Gampong Pineung.
Selanjutnya pria yang berusia 74 tahun itu dibawa ke tempat kelahirannya di Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar untuk dikebumikan.
Kepergian tokoh olahraga Aceh ini menyisakan duka cita mendalam bagi para sahabat maupun rekan kerjanya. Almarhum semasa hidupnya aktif di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Pemuda Pancasila Aceh (PP) Aceh dan organisasi lainnya. (BACA: Let Bugeh Dikebumikan di Gampong Niron)
Serambinews.com merangkum ungkapan para sahabat dan mitra kerjanya tentang sosok almarhum semasa hidupnya. Karena almarhum pernah lima periode memimpin PSSI dan sekali KONI Aceh dan berbagai posisi lainnya.
“Pak Let Bugeh seorang tokoh olahraga Aceh yang fenomenal dan tak tertandingi kiprah dan kepeduliannya terhadap dunia olahraga. Beliau bukan saja dikenal di Aceh, tapi juga ditingkat nasional. Sosok yang familiar dan jarang marah terhadap sesama. Beliau telah berkorban harta benda untuk olahraga Aceh. Susah mendapat pengganti beliau. Saya banyak kesan bersama beliau di PSSI dan KONI,” ujar Ketua KONI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqny.
”Kita merasakan kehilangan seorang tokoh olahraga yang sangat memperhatikan dan peduli terhadap olahraga. Seorang yang sangat kebapakan dan tak pernah marah kepada sahabat dan mitra kerjanya. Saat memberi tugas tetap memonitornya untuk menanyakan kelanjutannya. Untuk melaporkan tentang tugas yang diberikan tak perlu harus menghadapnya, boleh juga melalui telepon. Meski sekarang tidak lagi di KONI, tapi beliau tercatat sebagai dewan penyantun yang tetap hadir dan membantu,” ujar Sekretaris DPD Gerindra Aceh, Maulisman Hanafiah yang aktif bersama Let Bugeh di PSSI dan KONI Aceh.
“Beliau (Let Bugeh) punya perhatian luar biasa terhadap pembinaan olahraga khususnya sepakbola di Aceh. Pak Let satu-satunya orang Aceh yang punya hubungan emosional dengan PSSI Pusat, orang AFC (Federasi sepakbola Asia), orang FIFA (Federasi sepakbola Dunia). Ini dibuktikan dengan jasanya atas saat AFC dan FIFA membantu lapangan sintetis dan Gedung PSSI Aceh di Lhong Raya, rehab dan pembangunan lapangan bola di daerah dan bantuan peralatan olahraga pascatsunami Aceh,” ujar Asri Sulaiman, mantan sekjen PSSI Aceh era Pak Let Bugeh.
“Let Bugeh sosok ayah, abang dan teman dimata saya dan seluruh pikiran dan tenaganya untuk memajukan olahraga Aceh,” ujar Hermansyah, mantan sekjen PSSI Aceh era Let Bugeh.
”Kita semua olahragawan di Aceh cukup merasa kehilanggan dengan perginya almarhum Pak Let Bugeh menghadap Allah. Pak Let Bugeh adalah penerusnya almarhum Pak Di Murthala. Karena kedua almarhum inilah orang yang cukup berjasa buat olahraga Aceh,” ujar Anwar, pelatih senior sepakbola Aceh
“Pak Let Bugeh sosok ketua yang dekat dengan pengurus dan cabang olahraga dan dekat dengan atlet. Beliau orang yang sangat terbuka dan banyak membantu atlet dan berjasa dalam pembinaan olahraga Aceh. Beliau sosok yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk pembinaan olahraga Aceh,” ujarny Umar, pernah menjadi pengurus PSSI Aceh era Let Bugeh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/let-bugeh_20170108_205628.jpg)