Jumat, 22 Mei 2026

Citizen Reporter

Manfaat Baito di Jepang

SIAPAKAN di kelas ini yang arubaito (istilah untuk part time job/kerja paruh waktu di Jepang dan lebih sering disingkat

Tayang:
Editor: bakri

OLEH PUTRA BAHAGIA, Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsyiah, Peserta Pertukaran Mahasiswa UFSEP (University of Fukui Student Exchange Program), melaporkan dari Jepang

SIAPAKAN di kelas ini yang arubaito (istilah untuk part time job/kerja paruh waktu di Jepang dan lebih sering disingkat baito)? Hening, seluruh mahasiswa angkat tangan kecuali saya dan saudara seperjuangan, Mufti yang linglung melihat ke sekeliling kelas. Hanya kami yang belum bisa arubaito sejak tiba di sini bulan September 2016. Jepang merupakan salah satu negara yang melegalkan arubaito untuk mahasiswa asing. Sebanyak 74% (data dari JASSO) mahasiswa asing di Jepang yang melakukan arubaito. Pemerintah membatasi jam kerja untuk mahasiswa asing, yaitu 28 jam per minggu. Hal ini diberlakukan agar mahasiswa tetap fokus belajar selama berada di Jepang.

Salah satu syarat agar bisa arubaito ialah izin. Mahasiswa asing wajib mendapatkan izin dari universitas dan pemerintah (izin diberikan oleh kantor imigrasi setempat) dalam bentuk hanko atau stempel di belakang kartu penduduk. Akan tetapi, mahasiswa asing yang baru tiba di Jepang baru boleh mendapatkan izin setalah masa tinggal tiga bulan.

Peraturan dari pemerintah sangat ketat. Deportasi menjadi ancaman utama jika seseorang melakukan baito tanpa izin dari pemerintah. Tempat baito saya pertama ialah di tempat produksi jamur enoki. Lokasinya lumayan jauh dari asrama, sehingga kami dijemput dan diantar pulang. Saya biasanya memilih bekerja pada hari libur agar tidak mengganggu waktu belajar. Saya juga melakukan baito di kampus sebagai student coordinator yang sering disingkat SC. Tugasnya lebih ringan, yaitu bertugas di lembaga bahasa kampus dan menjadi panitia untuk acara yang diadakan oleh lembaga bahasa.

Terus terang, arubaito menjadi salah satu tujuan saya ketika berada di Jepang. Melakukan baito di Negeri Sakura ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Selain pengalaman, banyak manfaat yang saya dapatkan selama arubaito. Belajar etos kerja di Jepang salah satunya. Disiplin, jujur, dan bersungguh-sungguh dalam bekerja sudah melekat di dalam diri dan keseharian masyarakat Jepang.

Para pekerja di Jepang identik dengan kesenangan dalam bekerja. Dalam artian, kerja yang mereka lakukan mereka lakoni sepenuh hari. Sikap rela berkorban membuat masyarakat Jepang rela bekerja lebih demi kemajuan perusahaannya. Mereka lebih bangga mendapatkan tugas daripada gaji yang banyak. Tetapi bukan berarti penghasilan pekerja di Jepang itu rendah. Gaji masyarakat Jepang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kita di Indonesia. Masyarakat Jepang juga melakukan pekerjaan dengan cepat. “Speed up”, “hayaku ne”, itulah frase yang sering diutarakan bos di tempat baito agar saya lebih cepat dan cekatan dalam bekerja.

Kemudian, belajar disiplin waktu. Telat adalah sesuatu yang sangat tidak disukai oleh masyarakat Jepang dan juga hal yang memalukan. Karena itu, kita sangat dilarang berangkat terlambat ke tempat baito. Sering saya harus berlari karena hampir terlambat saat berangkat ke lokasi baito. Menambah kemampuan bahasa juga merupakan manfaat yang sangat besar bagi saya.

Kemampuan bahasa Jepang saya sangat minim ketika berada di Jepang. Bercakap di tempat baito menjadi kesempatan besar bagi saya untuk berlatih bahasa dan mempelajari istilah-istilah baru dalam bahasa Jepang. “Hanashite kudasai” (bicaralah), ucap bos ketika kami diam di mobil dalam perjalanan pulang. Memang beliau sangat suka untuk berkomunikasi.

Terakhir, yang tidak kalah besar manfaat arubaito ini ialah menambah banyak teman dan saudara.

Disiplin dan etos kerja sangat diperhatikan di Jepang. Saya mendapat pengalaman yang besar manfaatnya ketika melakukan arubaito. Semoga kita dapat meniru perilaku baik masyarakat Jepang dalam bekerja, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dan daya saing bangsa kita di masa depan.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved