Perlu Dibentuk Badan Penyelamat RSUD Meuraxa
SETELAH sempat tersiar berita tentang terjadinya krisis obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa
SETELAH sempat tersiar berita tentang terjadinya krisis obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh pada pertengahan Juli 2017 lalu, kini secara bertahap persoalan itu terus dibenahi. Bukan hanya itu, juga menjadi sorotan tim Pansus DPRK Banda Aceh yaitu, soal fasilitas lift yang tak berfungsi maksimal.
Karena itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadilah S.I Kom MM yang juga Ketua Partai Demokrat Kota Banda Aceh mengharapkan agar pihak manajemen RSUD Meuraxa harus bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Katanya, persoalan yang melilit rumah sakit itu disebabkan karena lebih besar pengeluaran dari pemasukan, serta penggunaan dana pelayanan untuk hal-hal yang sifatnya tidak urgens seperti untuk pembangunan fisik, sehingga terabaikan pelayanan untuk para pasien.
Untuk itu pula Arief menyarankan agar segera dibentuk badan penyelamatan RSUD Meuraxa agar dapat memberikan masukan pada pihak manajemen, sehingga masalah seperti itu tidak terulang lagi. Badan penyelamat itu bisa saja terdiri dari Sekdako Banda Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, BPK, pihak akuntan serta lembaga lainnya. Demikian juga untuk pihak BPJS Kesehatan disarankan agar ke depan tidak lagi terjadi keterlambatan membayar klaim seperti yang terjadi kali ini.(**)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arief-fadillah_20170731_091719.jpg)