Breaking News:

Sudah 87.000 Orang Muslim Rohingya Lari ke Banglades, Kamp Pengungsi Penuh Sesak 

Penumpukan persoalan itu menimbulkan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan parah.

Editor: Muhammad Hadi
ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMAD PONIR HOSSAIN
Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9/2017). 

Baca: Kenapa tidak Ada Organisasi Dunia yang Peduli Rohingya?

Seorang penjaga perbatasan Banglades mengatakan, dengan begitu banyak orang yang putus asa terus mengalir dari Rakhine, telah menggugah kemanusiaan mereka untuk menerimanya.

"Jumlah kali ini jauh kebih besar dari yang sebelumnya," kata penjaga tersebut, yang meminta namnya dirahasiakan, sambil membandingkan dengan pengungsi usai kekerasan pada Oktober 2016.

"Jika terus berlanjut, kami bakal menghadapi masalah serius, tapi tidak mungkin menghentikan arusnya orang-orang ini karena mereka terus mengalir."

Banyak pendatang baru kekurangan tempat berlindung dari hujan yang turun dengan lebatnya di wilayah perbatasan Banglades dan Myanmar.

Baca: Biksu Ashin Wirathu, Teroris Pembantai Muslim Rohingya, Kenali Enam Fakta Mengejutkan Si Botak Ini

Ratusan tempat penampungan darurat baru telah bermunculan di luar kamp-kamp yang ada, dalam beberapa hari ini.

"Sudah turun hujan sejak minggu lalu, kami harus menjaga agar anak-anak agar tidak sakit," kata Amena Begum, ibu lima anak yang baru saja tiba di Rakhine.

Rakhine telah menjadi daerah paling berbahaya karena dilanda kekerasan sejak tahun 2012, saat kerusuhan pertama meletus. Sejumlah orang terbunuh dan puluhan ribu orang mengungsi.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved