Museum Alquran Kuno di Nagan Raya Selalu Tertutup, Pengunjung Kecewa
"Saya sudah beberapa kali datang untuk melihat koleksi di museum ini, namun musiumnya selalu tertutup,"
Penulis: Dedi Iskandar | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Laporan Dedi Iskandar | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Museum Alquran kuno peninggalan jaman milik Pemkab Nagan Raya yang berlokasi di Jeuram, Kecamatan Seunagan, hingga kini tak pernah dibuka untuk umum setelah dibentuk sejak pertengahan tahun 2015 lalu.
Pantauan Serambinews.com, Senin (25/9/2017) siang, museum yang menyimpan Alquran kuno sejak masa tahun 1800-an tersebut selalu tertutup.
Di lokasi juga tidak terlihat adanya petugas yang berjaga guna melayani pengunjung yang ingin melihat aneka koleksi benda bersejarah dan bernuansa islami tersebut.
"Saya sudah beberapa kali datang untuk melihat koleksi di museum ini, namun musiumnya selalu tertutup," kata Rahmad, warga Meulaboh kepada Serambinews.com.
Baca: Ragam Rekor MURI Aceh di Mata Dunia, Mulai dari Koleksi Alquran Kuno Hingga Pembawa Idang Talam
Ia berharap pihak terkait harusnya lebih aktif dalam melayani masyarakat karena keberadaan Museum Alquran kuno tersebut sangat diminati dan meningkatkan salah satu potensi wisata islami yang ada di Nagan Raya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/museum-alquran-tertutup_20170925_172041.jpg)