Breaking News:

KKR Aceh dalam Konteks Perdamaian Asia Diseminarkan

Dari pagi hingga sore mereka berdiskusi tentang peran dari komisi kebenaran dalam memperkuat perdamaian di Asia.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Narasumber dari Timor Leste sedang presentasi dalam Seminar Regional Peran Komisi Kebenaran untuk Memperkuat Perdamaian di Asia, Kamis (12/10/2017) siang di The Pade Hotel, Banda Aceh. 

Sepanjang seminar berlangsung terungkap bahwa banyak negara di Asia yang menghadapi sejarah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masif, diiringi dengan mekanisme yang lemah dalam pertanggungjawaban hukum.

Untuk merespons hal itu, maka mekanisme nonjudicial seperti komisi kebenaran telah berdiri di beberapa negara selama masa transisi.

Proses perdamaian yang terjadi di Aceh, Mindanao, Sri Lanka dan Nepal merekomendasikan pembentukan komisi kebenaran.

Komisi kebenaran juga mengantar perubahan rezim di Timor Leste (dalam proses nasional dan komisi bilateral dengan Indonesia), Korea Selatan, dan Thailand.

"Komisi kebenaran memiliki peran yang berdampak pada pengungkapan, meluruskan sejarah, memperkuat perdamaian dan demokrasi," kata Galuh Wandita, Direktur Eksekutif AJAR, salah satu dari sejumlah lembaga yang menginisiasi terselenggaranya seminar level regional itu.

(Baca: Smolna, Saksi Bisu Perdamaian Aceh)

Penyelenggara lainnya adalah KontraS Aceh, ICAIOS, Katahati Institute, LBH Banda Aceh, dan the Transitional Justice Asia Network (TJAN).

TJAN adalah organisasi jaringan yang mendorong inisiatif keadilan transisi di Asia, termasuk AJAR dan KontraS Aceh (Indonesia), ND-Burma (Myanmar), Suriya Women's Development Centre (Sri Lanka), Alternative Law Groups (Philippines), dan the Cross Cultural Foundation (Thailand).

Seminar regional ini merupakan kesempatan yang baik bagi KKR Aceh dan publik Aceh pada umumnya untuk mengenalkan kerja KKR Aceh, mendapat dukungan dari para ahli dan belajar dari pengalaman mereka.

"Kita dapat mengumpulkan keberhasilan dan kegagalan mereka sebagai pelajaran yang dapat dipelajari untuk KKR Aceh," ujar Galuh.

Narasumber

Selama seminar berlangsung, tampil sejumlah narasumber. Di antaranya Hugo Fernandez (Ketua Komisi Nasional Chega, Timor Leste); Cecilia Jimenez (mantan komisioner Pemerintah Komisi Keadilan Transisi dan Rekonsiliasi, Filipina, dan Pelapor Khusus PBB untuk Pengungsi Internal);

(Baca: SBY: Tantangan Perdamaian Aceh Banyak Sekali)

Ada juga Munawar Liza Zainal (mantan Tim Juru Runding GAM di Helsinki), Patrick Burgess (Ahli Keadilan Transisi di Asia dan Presiden AJAR), Sarala Emmanuel, Women Development Centre, Sri Lanka, Romadon Panjor, Editor Deep South Watch, Thailand Selatan.

Kemudian, Devi Riansyah (Kepala Sekretariat KKR Aceh), Scott Stevens (Kelompok Kerja Keadilan Transisi, Korea Selatan), dan Melanie Pimentel (Pengacara Senior Negara Kantor Pengacara Negara Filipina). (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved