Dana Desa Terindikasi Dikorup

Polres Nagan Raya mengungkapkan adanya indikasi korupsi dalam pengelolaan dana tahun 2015

Dana Desa Terindikasi Dikorup
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi 

* Kerugian Negara Capai Rp 150 Juta

SUKA MAKMUE - Polres Nagan Raya mengungkapkan adanya indikasi korupsi dalam pengelolaan dana tahun 2015 di Desa Bumi Sari, Kecamatan Beutong.

Total kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp 150 juta dari total alokasi dana desa yang telah dikucurkan pemerintah sebesar Rp 306.628.000.

“Jumlah yang diduga dikorupsi Rp 150 juta ini kemungkinan bisa bertambah, karena kita sedang menunggu audit dari Inspektorat Nagan Raya,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi kepada Serambi, Senin (23/10). Ia mejelaskan terungkapnya kasus tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sebelumnya polisi mendapat laporan dari masyarakat bahwa pengelolaan dana beserta realisasi kegiatan pembangunan Gampong Bumi Sari, Kecamatan Beutong terindikasi fiktif.

Dalam penyelidikan, polisi juga telah menyita sejumlah bukti termasuk surat bukti penarikan dana tahap 1 dan 2, serta laporan pertanggungjawaban dana desa yang tidak lengkap, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan sejumlah bukti lainnya. Dalam pemeriksaan juga terungkap, sejumlah item pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan perencanaan, justru tidak dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Indikasi korupsi yang kita temukan, sebagian realisasi pekerjaan dana desa ini 50 persen fiktif. Namun dalam pertanggungjawaban, semua sudah dilakukan mencapai 100 persen,” kata Kapolres Mirwazi. Bukti lain yang diperoleh polisi yaitu, sejumlah item pekerjaan yang sudah dilakukan aparat desa juga tidak sesuai volume pekerjaan dengan perencanaan yang sebelumnya telah direncanakan. Tak hanya itu, polisi juga sebelumnya telah meminta keterangan 18 orang saksi, termasuk kepala BPM Nagan Raya.

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi juga menegaskan dalam waktu dekat pihaknya segera menetapkan tersangka untuk mengembangkan penyidikan. “Ada dua calon tersangkanya, nanti setelah gelar perkara baru kita tetapkan,” ujarnya.

Namun, Kapolres belum bersedia memublikasikan identitas pelaku yang terlibat karena kasus ini masih menunggu hasil audit kerugian keuangan negara. Ia menjelaskan pelaku dibidik dengan Pasal Nomor 2 ayat (1), Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(edi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved