Liputan eksklusif
Provinsi tak Setujui Kuta Malaka
KETUA Umum Panitia Pelaksana (PP) Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII/2018 Aceh Besar, Drs Iskandar MSi, menjelaskan
KETUA Umum Panitia Pelaksana (PP) Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII/2018 Aceh Besar, Drs Iskandar MSi, menjelaskan, persiapan untuk pelaksanaan even empat tahunan itu terus dilakukan pihaknya.
Persiapan itu, antara lain, membangun dan merenovasi sejumlah venue (tempat pertandingan), membuka sekretariat panitia, dan mengusul anggaran ke provinsi dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama untuk pembangunan sport center.
Terkait venue yang semuanya berada di Kota Jantho, menurut Iskandar, tahun ini pihaknya membangun baru empat lapangan tenis dan lapangan futsal serta merehab lapangan sepak bola.
Selain itu, sedang disiapkan sirkuit untuk balap sepeda dan motocross. Sedangkan lapangan bola basket, lanjutnya, akan direhab tahun depan.
Untuk sekretariat panitia, kata Iskandar, pihaknya sudah memutuskan memakai Gedung Dekranasda Aceh Besar yang berada di Jalan Blang Bintang kawasan Desa Gani, Kecamatan Ingin Jaya. “Untuk keperluan Sekretariat PORA, kita usulkan anggaran sekitar Rp 4 miliar dalam APBK Perubahan 2017,” ungkap Iskandar yang juga Sekdakab Aceh Besar.
Untuk sejumlah cabang olahraga seperti renang, atletik, dan dayung, memang tak dibangun venue khusus di Jantho, tapi akan dipakai lapangan di Banda Aceh. “Untuk renang akan kita pakai kolam renang Tirta Daroy, atletik di Stadion Harapan Bangsa, sedangkan dayung di Krueng Aceh atau Krueng Raya. Adapun untuk cabang arung jeram, menurut rencana akan kita gelar di Krueng Jalin, Jantho,” rinci Iskandar.
Sedangkan berbagai cabang lain yang dipentaskan di lapangan tertutup (indoor), menurut Iskandar, akan dilaksanakan di sport center sekaligus menjadi venue utama PORA yang akan digelar tahun depan.
Ditanya apakah sport center itu akan selesai dibangun dengan sisa waktu yang ada sekarang, Iskandar menjelaskan, sesuai informasi dari konsultan, sport center itu adalah bangunan yang memakai rangka baja. Jadi, menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk membangun tempat tersebut tidak terlalu lama.
“Dengan sisa waktu sekarang, saya optimis sport center di Jantho akan selesai dibangun sebelum PORA dimulai yang rencananya pada Oktober 2018. Syaratnya, dana pendukung PORA dari provinsi melalui APBA sudah bisa digunakan mulai awal tahun depan,” jelas Iskandar seraya menyatakan usulan dana itu sudah disampaikannya ke provinsi beberapa waktu lalu.
Tanpa ada dana dari APBA, menurut Iskandar, anggaran dalam APBK Aceh Besar tak mungkin sanggup meng-handle semua kebutuhan untuk pelaksanaan PORA. “Karena itu, kami berharap APBA 2018 bisa segera disahkan, agar anggaran untuk PORA dapat dikucurkan pada awal tahun depan,” tegasnya.
Ditambahkan, Pemkab Aceh Besar sudah menyediakan lahan seluas 10 hektare (ha) untuk lokasi sport center.
Ditanya mengapa lokasi venue PORA dipindahkan dari Kecamatan Kuta Malaka ke Kota Jantho, Iskandar menegaskan, lokasi venue PORA bukan dipindahkan. Tapi, lahan seluas 39 ha di Kuta Malaka awalnya disiapkan untuk lokasi perkantoran ibu kota baru Aceh Besar. “Karena ibu kota Aceh Besar tak jadi dipindahkan dari Kota Jantho ke Kuta Malaka, maka provinsi tidak menyetujui lahan yang sudah dibebaskan itu dialihkan fungsinya jadi tempat pembangunan sarana olahraga,” timpal Iskandar.
Dispora Aceh Besar, lanjutnya, sudah pernah menanyakan hal itu ke Dinas Keuangan Aceh. Tapi, menurut pihak provinsi, pengalihan fungsi lahan itu memang tak dibolehkan karena melanggar aturan. “Pak Bupati memilih Kota Jantho sebagai lokasi PORA dengan alasan untuk meramaikan ibu kota Aceh Besar dan veneu yang tinggal setelah PORA berakhir akan mudah digunakan,” ujarnya.
Maskot PORA
Soal maskot PORA yang belum disayembarakan, Iskandar mengatakan, maskot PORA 2018 tidak disayembarakan lagi. “Maskotnya sudah ada, yaitu gajah putih. Maskot ini dalam waktu dekat akan kita launching,” demikian Iskandar. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iskandar-ketua-umum-pp-pora_20171101_143540.jpg)