Hari Pahlawan
Ini 10 Fakta Laksamana Malahayati yang Harus Diketahui, Nomor 9 Sudah Lama Dinanti Rakyat Aceh
Malahayati sendiri adalah seorang janda yang kehilangan suaminya yang gugur dalam pertempuran melawan Portugis.
Penulis: AnsariHasyim | Editor: Yusmadi
Laporan Anshari Hasyim | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada seorang pejuang perempuan asal Aceh Laksamana Malahayati.
Gelar Pahlawan Nasional ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017 tanggal 6 November 2017.
Gelar Pahlawan ini ditabalkan atas jasa-jasa Malahayati yang telah mengorbankan jiwa, keluarga, harta dan bendanya demi mempertahankan harkat martabat rakyat Aceh dari penjajah Portugis yang ingin menguasai wilayah laut Kerajaan Aceh.
Jejak perjuangan Malahayati tercatat dalam sejarah dengan tinta emas. Terutama tentang sisi heroisme seorang perempuan yang gigih dan perkasa.
Ia juga dianggap simbol pejuang wanita pertama di dunia yang memimpin 2.000 pasukan janda yang ditinggal mati syahid oleh suaminya dalam perang melawan penjajah Portugis dan Belanda.

Lantas siapakah sebenarnya sosok Malahayai yang namanya selalu harum dan abadi dalam catatan sejarah?
Serambinews.com merangkumnya dalam beberapa catatan berikut yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Laksamana Malahayati adalah seorang muslimah yang menjadi Laksamana perempuan pertama di dunia berasal dari Kesultanan Aceh. Ia adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M.
2. Pada tahun 1585-1604, dia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.
3. Tercatat dalam sejarah Aceh bahwa kemampuan militer Malahayati muncul dari hasil pembelajaran yang dialaminya pada sebuah institusi sekolah kerajaan yang bernama Baital Maqdis. Melalui berbagai pembelajaran yang diterima oleh Laksamana Malahayati, ia mampu memimpin 2.000 pasukan armada, mengkoordinir sekitar 100 kapal perang. Tidak hanya itu, ia juga mampu mengusir tentara Portugis dan Belanda ketika ingin menguasai daerah kemaritiman Kerajaan Aceh.
4. Karirnya di medan tempur berawal dari dibentuknya pasukan "Inong balee" (janda-janda yang suaminya telah syahid dalam perang). Malahayati memimpin armada laut dengan 2.000 orang pasukan "Inong balee" dan berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda pada 11 September 1599.
5. Malahayati sendiri adalah seorang janda yang kehilangan suaminya yang gugur dalam pertempuran melawan Portugis.
6. Bersama pasukannya Malahayati memimpin perang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 dan berhasil membunuh pimpinan perang Belanda yang bernama Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Atas keberaniannya ini dia mendapat gelar Laksamana.

7. Selain dinamakan sebagai pahlawan nasional, nama Malahayati diabadikan dalam berbagai simbol dan tempat. Di antaranya Pelabuhan laut di Teluk Krueng Raya, Aceh Besar dinamakan dengan Pelabuhan Malahayati, salah satu kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali (fregat) kelas Fatahillah milik TNI Angkatan Laut juga dinamakan KRI Malahayati. Kapal perang ini dibuat di galangan kapal Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1980 khusus untuk TNI-AL.