Mau Sehat? Perbanyak Shalat, Ini Manfaat dari Setiap Gerakannya
Gerakan–gerakan yang dilakukan dalam shalat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.
Rukuk juga latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I'tidal
Ketiga, I'tidal, yaitu bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak.
Variasi gerakan berdiri, rukuk, berdiri lagi, kemudian sujud merupakan latihan pencernaan yang baik.
Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.
Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
Sujud
Keempat, sujud. Dengan sikap sujud ini maka dinding dari urat-urat nadi yang berada di otak terlatih untuk menerima aliran darah yang lebih banyak dari biasanya, karena otak pada waktu itu terletak di bawah.
Di dalam otak manusia terdapat beberapa saraf yang tidak dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci dari otak memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi sempurna.
Tetapi ketika seseorang sujud, darah dapat mengalir memasuki urat saraf tersebut. Urat ini memerlukan darah pada saat-saat tertentu saja.
Artinya kebutuhan ini terpenuhi hanya pada waktu shalat.
"Posisi sujud juga mengalirkan darah kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Dengan kata lain, sujud yang tuma'ninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak," jelasnya.
Tahiyat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/shalat-idul-fitri-1438-hijriah_20170629_085219.jpg)