Setya Novanto Hilang Saat Ditangkap KPK, Ini 6 Fakta Menarik, Ada Sayembara Bernilai Rp10 Juta
Selama lima jam, usaha penangkapan Ketua Umum Golkar tersebut sia-sia karena penyidik KPK tak menemukan Setya Novanto di kediamannya.
Dari total 11 pemanggilan dalam proses penyidikan, Setya Novanto tercatat 8 kali mangkir dari pemeriksaan.
Pada proses penyidikan, Setya Novanto hanya hadir dalam panggilan pada 13 Desember 2016, 10 Januari 2017, dan 14 Juli 2017.
Panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka terhadap Setya Novanto kembali dilakukan pada 15 November 2017.
4. Alasan KPK Keluarkan Perintah Penangkapan

Juru bicara KPK, Febri Diansyah angkat bicara soal kedatangan penyidik KPK ke rumah Setya Novanto, tersangka korupsi e-KTP.
"Tim KPK masih berada di lapangan dalam konteks pelaksanaan tugas penindakan KPK, ujar Febri, Kamis (16/11/2017) dini hari di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan dikutip dari Tribunnews.com.
Febri menambahkan alasan KPK mendatangi rumah Setya Novanto ialah karena panggilan sudah dilayangkan namun dia tidak koperatif.
"KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri," tambah Febri.
Diketahui Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP. Rabu (15/11/2017) kemarin merupakan panggilan perdana sebagai tersangka namun dia tidak hadir.
Ada beberapa alasan yang digunakan Setya Novanto untuk tidak memenuhi panggilan penyidik diantaranya menghadiri rapat paripurna, masih menunggu uji materi yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi, hak imunitas hingga harus meminta izin presiden.
Sementara untuk penyidikan tersangka lain di kasus ini, Anang Sugiana, Setya Novanto sudah tiga kali tidak hadir.
5. Sayembara Rp 10 Juta
Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, merespon hilangnya Ketua DPR Setya Novanto dengan sayembara berhadiah Rp 10 juta.
Boyamin mengatakan, uang tersebut bakal diserahkan kepada pihak yang memberikan informasi valid keberadaan Novanto saat ini.
"Barang siapa dapat memberikan informasi valid keberadaan Setya Novanto kepada KPK atau Kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya, sehingga KPK dapat melakukan penangkapan atas Setya Novanto maka Saya akan memberikan hadiah kepadanya uang sejumlah Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)," kata Boyamin lewat pesan kepada wartawan, Kamis (16/11/2017).