Cuaca Ekstrem Jalur Aceh-Medan via Subulussalam Rawan Longsor
Arifin pun mengimbau warga Aceh yang melakukan perjalanan ke Medan Sumatera Utara di lintasan Subulussalam untuk lebih waspada tanah longsor.
Penulis: Khalidin | Editor: Yusmadi
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan terkadang disertai anginhingga kini terus melanda Kota Subulussalam terutama sore dan malam hari.
Kondisi ini membuat jalur Aceh-Medan via Kota Subulussalam rawan longsor.
”Hampir tiap hari hujan deras terus di Subulussalam, ada beberapa titik bukit-bukit yang rawan longsor dan menimbun jalan,” kata Arifin, salah seorang warga kepada Serambinews.com, Senin (4/12/2017).
Arifin pun mengimbau warga Aceh yang melakukan perjalanan ke Medan Sumatera Utara di lintasan Subulussalam untuk lebih waspada tanah longsor yang kerap terjadi di jalur tersebut.
Pasalnya, ada belasan kilo meter jalan sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat rawan bencana longsor.
(Baca: Banjir di Sultan Daulat Makin Parah, Ini Musibah Terbesar Sepanjang Tahun 2017)
Hal itu lantaran sepanjang jalan berada di lereng pebukitan dan tanahnya labil serta. Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter.
Untuk itu, para pengendara diingatkan agar berhati-hati karena jalur ini sangat rawan longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang ini.
Dikatakan, para pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan bila terjadi hujan dan angin kencang karena selain longsor juga rawan pohon tumbang.
”Kita menghimbau warga yang sedang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan atau sebaliknya agar berhati-hati saat melintas di kawasan Lae Ikan-Pakpak Bharat karena sangat rawan longsor apalagi musim hujan seperti sekarang,” kata Arifin.
Menurut Arifin, jalur yang mengubungkan Aceh-Medan melintaasi di kawasan kedabuhen, Lae Ikanhingga ke Kabupaten Pakpak Bharat kini juga kerap diwarnai longsoran walau skalanya tidak terlalu besar namun diniilai cukup berbahaya.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras akhir-akhir ini lanjut Arifin memicu tebing tanah pegunungan Lae Ikan labil dan rawan longsor. Longsor kerap terjadi pada sore menjelang maghrib hingga tengah malam.
Karena itu, para pengguna jalan diminta lebih waspada dan apabila hujan lebat mengguyur disarankan agar tidak memaksa melintas karena dikuatirkan terjadi longsor. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-longsor_20151029_194954.jpg)