Sabtu, 16 Mei 2026

Istri Abusyik Minta Anaknya Dijaga

KEPERGIAN Syarifah (48), istri Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik secara dadakan sangat mengejutkan keluarga

Tayang:
Editor: bakri
IDARIANI (27), ajudan istri Bupati Pidie, almh Syarifah, saat menggendong Alia di kediaman Abusyik, Desa Puuk Aree, Kecamatan Delima, Pidie, Sabtu (9/12). 

“Saya akan menjemput Ibu di Bandara Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Aceh Besar, pada Minggu (11/12). Jadi Ibu tidak perlu pulang ke Pidie,” kata Nyak Ida.

Lalu dijawab Syarifah, “Tolong Nyak bawa baju ibu yang motif pucok rubong, baju warna putih, dan pink. Pokoknya dibawa semuanya yang sama seperti kamu. Acaranya tiga hari, kita ikut dua hari saja. Saya bersama Dek Cut (Cut Rita Zahara -red). Nanti, Nyak telepon lagi ya, saya dalam perjalanan menuju Solo nih,” kata Nyak Ida mengutib jawaban almarhumah Syarifah.

Ditanya kenapa Nyak Ida tak ikut bersama Syarifah mendampingi istri Bupati Abusyik itu ke Jakarta. Kata Nyak Ida, karena ibu pergi sama Abusyik. Selain itu, saat sampai di Jakarta, Bu Syarifah akan didampingi Cut Rita Zahara. Soalnya, Cut Rita telah dihubungi Syarifah dan sudah janji akan datang ke hotel tempat penginapan Syarifah bersama rombongan.

Menurut Nyak Ida, selama ini istri Abusyik itu tidak mau ikut kegiatan jika tidak dia yang dampingi. Tapi kali ini lain, dia langsung setuju ketika Cut Rita Zahara bersedia menemani saat di Jakarta hingga ke Solo.

“Tapi, Allah berkehendak lain sehingga saya tidak ikut bersama rombongan. Sebab, saya harus menjaga si bungsu ini. Saya memang tidak punya firasat jika ibu akan pergi selama-lamanya. Karena saya sempat bercanda via ponsel sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum ajal menjemputnya dalam musibah itu,” kata Nyak Ida yang terlihat sedih.

Secara terpisah, Muhammad Rizal atau Raju, anak sulung Abusyik-Syarifah, kepada Serambi, menyebutkan, ia terakhir kali berkomunikasi denga almarhumah ibunya, Sabtu (8/12) malam. Dalam percakapan dengan sang bunda, Muhammad Rizal minta dibelikan dompet. “Saya sangat teringat pada ibu saya, karena beliau sosok yang homoris,” kata Rizal yang kini tercatat sebagai mahasiswa Unigha Gle Gapui, Sigli.

Ditanya apakah ada firasat lain yang dirasakannya sebelum ibunda dipanggil Sang Khalik, “Tidak ada, saya sangat terkejut saat diberitahukan bahwa ibu saya meninggal dalam kecelakaan di Jawa Barat. Semoga Allah mengampuni kesalahan ibu saya.” Rizal bernada lirih dan mengusap air mata saat mengucapkan kalimat itu. (muhammad nazar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved