Selasa, 7 April 2026

Tafakur

Merencanakan Hidup

Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab

Editor: bakri

Oleh: Jarjani Usman

“Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: `Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul” (QS. Ibrahim: 44).

Sebahagian orang berargumen, bila terlalu mengingat mati, hidup akan dilanda kesusahan dan tak bersemangat karena terus dirundung pikiran-pikiran menakutkan. Argumen ini sebenarnya tidak tepat. Soalnya, semakin banyak mengingat mati, semakin teratur hidup di dunia ini hingga ajal tiba.

Bila hidup terencana dengan baik, tentunya akan hati-hati melaksanakan kegiatan-kegiatan setiap hari, mingggu, bulan, tahun, dan sejumlah fase kehidupan (anak-anak, remaja, dewasa, tua) dalam rangka menuju akhirat. Misalnya, pada umur sekian, harus punya kemampuan membaca Alquran, shalat dan lain-lain; fase umur selanjutnya harus mampu itu, dan fase-fase selanjutnya dengan sederet kegiatan bermanfaat untuk hidup di dunia dan akhirat.

Dengan cara demikian, akan mudah mengevaluasi capaian-capaian yang telah diraih, belum mampu diraih, penyebab-penyebab kegagalannya, dan bagaimana memaksimalkan sisa-sisa waktu dalam hidup ini. Juga akan mudah mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan kebangkrutan hidup sendiri akibat perbuatan berdosa.

Bila tidak, hidup ini menjadi tak tentu arah dan tak punya target. Waktu hidup di dunia yang terbatas hanya terhambur-hamburkan untuk kegiatan-kegiatan yang tak bermanfaat dan bahkan berdosa. Hanya tersadar saat kematian tiba tanpa sempat mempersiapkan amalan. Lalu akan timbul penyesalan besar dan berharap diberikan waktu hidup kembali di dunia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved