Tafakur
Merencanakan Hidup
Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab
Oleh: Jarjani Usman
“Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: `Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul” (QS. Ibrahim: 44).
Sebahagian orang berargumen, bila terlalu mengingat mati, hidup akan dilanda kesusahan dan tak bersemangat karena terus dirundung pikiran-pikiran menakutkan. Argumen ini sebenarnya tidak tepat. Soalnya, semakin banyak mengingat mati, semakin teratur hidup di dunia ini hingga ajal tiba.
Bila hidup terencana dengan baik, tentunya akan hati-hati melaksanakan kegiatan-kegiatan setiap hari, mingggu, bulan, tahun, dan sejumlah fase kehidupan (anak-anak, remaja, dewasa, tua) dalam rangka menuju akhirat. Misalnya, pada umur sekian, harus punya kemampuan membaca Alquran, shalat dan lain-lain; fase umur selanjutnya harus mampu itu, dan fase-fase selanjutnya dengan sederet kegiatan bermanfaat untuk hidup di dunia dan akhirat.
Dengan cara demikian, akan mudah mengevaluasi capaian-capaian yang telah diraih, belum mampu diraih, penyebab-penyebab kegagalannya, dan bagaimana memaksimalkan sisa-sisa waktu dalam hidup ini. Juga akan mudah mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan kebangkrutan hidup sendiri akibat perbuatan berdosa.
Bila tidak, hidup ini menjadi tak tentu arah dan tak punya target. Waktu hidup di dunia yang terbatas hanya terhambur-hamburkan untuk kegiatan-kegiatan yang tak bermanfaat dan bahkan berdosa. Hanya tersadar saat kematian tiba tanpa sempat mempersiapkan amalan. Lalu akan timbul penyesalan besar dan berharap diberikan waktu hidup kembali di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tafakur_20160919_092006.jpg)