Kamis, 30 April 2026

Ini 7 Bencana Alam Terparah Menerjang Indonesia Selama Tahun 2017

Menurut dia, sebanyak 95 persen kejadian bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Warga menyaksikan rumah yang ambruk akibat gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017). Gempa berkekuatan 6,9 skala richter dan berpotensi tsunami dilaporkan terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23:47:58 WIB di wilayah Tasikmalaya. (ANTARA FOTO / ADENG BUSTOMI) 

Tahun ini Gunung Sinabung yang ada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus dua kali dengan intensitas tinggi. Hal itu terjadi pada Sabtu, 20 Mei 2017 dan kedua pada Rabu, 2 Agustus 2017.

Pada kejadian kedua, di hari itu, sejak pukul 8.00 pagi sampai 12.00 WIB terjadi beberapa kali letusan dan 17 kali awan panas guguran.

"Tidak ada korban jiwa, namun ribuan penduduk terdampak langsung dari hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung," ucap Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

 6. Gunung Agung Meletus

Erupsi Gunung Agung, Minggu (26/11/2017)
Erupsi Gunung Agung, Minggu (26/11/2017) (Kolase Tribun Video)

Sebelum meletus pada Selasa (21/22/2017) pukul 17.05 WITA, gunung Agung yang ada di Karangasem, Bali, sudah menunjukkan aktivitasnya sejak pertengahan September.

Selama bulan September, sudah ada puluhan ribu orang yang melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Jumlahnya hampir 100 ribu orang. Aktivitas gempa sampai (11/10/2017) tercatat ada 18.228 kali gempa.

Saat meletus, semburan abu mencapai tinggi kurang lebih 500-700 meter dan tertiup angin ke arah timur dan tenggara. Sejumlah desa di sekitar lereng Gunung Agung terkena hujan abu vulkanik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sampai 5 Desember 2017 belum ada penurunan status awas Gunung Agung di Bali.

"Tidak ada penurunan status awas. Meskipun sejak 30 November sampai sekarang tidak ada erupsi, bahkan terjadi penurunan abu atau asap yang keluar dari kawah," kata Sutopo dalam paparan di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

7. Cempaka dan Dahlia Ukir Sejarah

Siklon tropis Cempaka pada Rabu (29/11/2017).(BMKG)
Siklon tropis Cempaka pada Rabu (29/11/2017).(BMKG) ()

Cempaka dan Dahlia merupakan nama siklon tropis yang terjadi akhir November lalu. Keduanya menjadi kali pertama dalam sejarah karena lahir dalam minggu yang sama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) pada Senin (27/11/2017) mengumumkan bahwa siklon tropis Cempaka terbentuk di perairan Selatan Jawa Tengah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan tenggara Cilacap.

Rabu (29/11/2017), siklon tropis Cempaka melemah dan menjauhi Indonesia, tetapi siklon baru bernama Dahlia lahir. Dahlia lahir di wilayah 470 kilometer sebelah barat daya Bengkulu.

Sutopo mengatakan, siklon tropis Cempaka telah menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa.

Deretan bencana ini menyebabkan korban meninggal dan hilang sebanyak 41 orang, terdiri dari 25 orang di Pacitan, 10 orang di Yogyakarta, empat orang di Wonogiri, dan masing-masing satu orang di Wonosobo dan Purworejo. Sementara itu, jumlah korban luka-luka mencapai 13 orang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved