Senin, 20 April 2026

Jika Anda Punya Penyakit Ini, Sebaiknya Jangan Ikut Lomba Lari Marathon

Penurunan gula darah dapat terlihat dengan adanya rasa lemas, gemetar, keringat dingin, dan pucat.

Editor: Muhammad Hadi
Sejumlah pelari mengambil gelas berisi menuman pada Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobduur, Magelang, Jateng, Minggu (19/11). Sebanyak 8.754 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti BJBM yang meombakan tiga kategori Full Marathon (42 km), Half Marathon (21 km) dan 10 K (10 km) dengan total hadiah sebesar Rp 2,3 miliar. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ama/17(ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN) 

Baca: Guru MIN Kutambaru Tewas Akibat Serangan Jantung, bukan Terseret Sungai Alas

Orang yang mengalami cedera tulang akibat penggunaan berlebih juga tak dianjurkan mengikut marathon. Masa pemulihan dapat berlangsung cukup lama hingga 6 bulan.

Larangan ikut marathon juga berlaku pada wanita yang mengalami gangguan menstruasi.

Menurut Wishu, setidaknya dibutuhkan 6 bulan masa menstruasi teratur pasca gangguan datang bulan terakhir kalinya.

Gangguan menstruasi dapat mengganggu hormon estrogen.

Baca: MENGERIKAN, Perawat Ini Membunuh 100 Pasien dengan Obat Jantung Dosis Tinggi

Di sisi lain, penurunan estrogen dapat membuat penurunan kepadatan tulang.

Risikonya, bukan hanya anemia melainkan juga osteoporosis dini hinga patah tulang patologis.

“Kepadatan tulang turun, massa tulang rendah. Kepentok diikit aja patah tulangnya. Bahaya sekali. Makanya kalau ada gangguan menstruasi, bahkan bukan pelari pun kita tidak anjurkan untuk melakukan olahrga berat walaupun usianya muda,” ujar Wishnu.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved